Selasa, 13 Januari 2026

HKI Batam Dorong Link and Match Industri dan Pendidikan, Tekankan Peningkatan Skill Tenaga Kerja Lokal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Siswa SMKN 1 Batam praktek belajar. Foto istimewa.

batampos – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Batam menegaskan perannya sebagai penghubung dan penggerak ekosistem ketenagakerjaan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ketua Himpunan Kawasan Industri Batam, Adhy, mengatakan HKI berupaya memastikan kebutuhan tenant kawasan industri dapat selaras dengan program pemerintah serta dunia pendidikan.

Dengan begitu, lulusan yang dihasilkan benar-benar siap pakai dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

“Peran HKI adalah menjembatani agar kebutuhan industri bisa bertemu dengan program pemerintah dan dunia pendidikan, sehingga hasilnya tidak lagi terjadi mismatch keterampilan,” ujarnya, Jumat (9/1).

Baca Juga: Antisipasi Tumpukan Sampah dan TPS Liar, Camat Batuaji Sediakan TPS Baru di Temiang

Salah satu upaya konkret yang didukung HKI adalah mekanisme percepatan pencocokan kandidat tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan.

Ia mencontohkan peluncuran platform Manajemen Talenta Batam (MANTAB) oleh BP Batam yang dinilai mampu menjembatani kampus, komunitas, dan korporasi secara lebih efektif.

Program tersebut diharapkan dapat menekan persoalan ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja, sekaligus membuat proses rekrutmen di kawasan industri menjadi lebih efisien dan berbasis kompetensi.

Selain itu, HKI juga aktif memberikan masukan kepada lembaga pendidikan vokasi, mulai dari SMK, politeknik, hingga Balai Latihan Kerja (BLK).

Masukan tersebut terutama terkait penguatan kompetensi teknis, pembentukan budaya kerja industri, serta kebutuhan dasar yang kerap menjadi penentu diterimanya tenaga kerja di perusahaan.

Baca Juga: Polisi Mulai Periksa Tersangka Ledakan Maut Kapal Federal II, Ada WNA

“Tujuannya agar lulusan sudah link and match sejak awal, bukan lagi belajar dari nol ketika sudah masuk ke pabrik,” jelasnya.

HKI juga mendorong agar program pelatihan yang diselenggarakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil perusahaan. Pada 2025, misalnya, Disnaker Batam membuka pelatihan berbasis kompetensi bagi warga ber-KTP Batam.

Berdasarkan laporan Antara, pelatihan tersebut menyediakan kuota 845 peserta dengan 23 jenis pelatihan dan mendapat antusiasme pendaftar yang sangat tinggi.

“Ini menjadi ruang kolaborasi yang baik agar materi, standar, dan output pelatihan semakin sesuai dengan kebutuhan tenant kawasan industri,” pungkasnya. (*)

ReporterAzis Maulana

Update