
batampos – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepulauan Riau menggelar talkshow yang menghadirkan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Patimura serta Wali Kota Batam sekaligus ex officio Kepala BP Batam, Amsakar Ahmad, pada Selasa (12/03). Acara ini membahas kontribusi HKI dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% di Kepri, sekaligus diakhiri dengan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
Dalam diskusi tersebut, Wakil Ketua Umum (WKU) HKI Kepri, Peters Vincent, menyoroti peran strategis HKI dalam perekonomian daerah. Ia menekankan perlunya perhatian khusus dari pemerintah, terutama dalam percepatan perizinan di kawasan industri.
Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan HKI, Akhmad Maruf, menyoroti dampak persaingan global akibat trade war 2.0. Menurutnya, Kepri dan Batam harus memiliki strategi khusus untuk menarik relokasi industri agar tetap kompetitif di tengah dinamika ekonomi internasional.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas HKI Indonesia, Tjaw Hioeng, menegaskan bahwa kondisi geopolitik saat ini membuka peluang besar bagi Batam dan Kepri. Menurutnya, trade war 2.0 tidak hanya terjadi antara AS dan China, tetapi juga melibatkan negara-negara lain, sehingga relokasi industri dari China akan semakin masif.
“Batam dengan segala kelebihannya, baik dari sisi geografis maupun sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), memiliki kesempatan emas dalam menggaet relokasi-relokasi tersebut. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemangku kebijakan, baik di Batam, Provinsi Kepri, maupun kementerian dan lembaga terkait,” ujar Tjaw Hioeng.
Ia menyoroti sejumlah tantangan mendesak, mulai dari percepatan birokrasi perizinan, ketersediaan lahan industri yang harus diperluas, hingga infrastruktur dasar seperti akses jalan menuju Rempang dan Galang, jaminan pasokan air dan listrik, harga gas yang kompetitif, serta efisiensi biaya logistik agar Batam bisa bersaing dengan Kawasan Ekonomi Khusus (SEZ) lain di ASEAN.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Patimura mengapresiasi peran HKI dan berharap masukan konstruktif dari para pengelola kawasan industri dalam mendukung program pemerintah. Keduanya sepakat mengalokasikan pertemuan rutin setiap dua bulan guna membahas perkembangan dan hambatan investasi di Kepri dan Batam.
Acara ini turut dihadiri Kepala Kanwil Pajak Kepri Imanul Hakim, Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Kepri Kombes Budi, Ketua Apindo Kepri Stanley, Ketua Apindo Batam Rafky, serta seluruh pimpinan pengelola kawasan industri dan anggota HKI di Kepulauan Riau. Selain diskusi strategis, kegiatan ini juga menjadi momentum berbagi dengan memberikan santunan kepada anak yatim piatu. (*)



