
batampos – Provinsi Kepri termasuk wilayah non zone atau tanpa musim. Sehingga tidak mengenal adanya musim panas, kemarau atau hujan. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, hujan bisa turun sepanjang tahun dan paling banyak turun pada November dan Desember.
Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Addi Setiadi, menjelaskan, potensi dan curahnya di Provinsi Kepri berbeda-beda.
“Kepri ini 96 persennya laut, jadi cuacanya pun dipengaruhi daerah sekitarnya,” kata Addi, Selasa (16/8/2022).
Ia mengatakan, hujan paling banyak turun itu di April dan Mei. Pada bualn tersebut potensi hujan meningkat, tapi hanya ringan hingga sedang. Lalu di November, Desember hingga pertengahan Januari, potensi hujan meningkat. Curah hujan yang turun mulai dari sedang, lebat hingga ekstrem.
“Ini biasa terjadi di Kepri, hujan di November dan Desember ini merata seluruh Kepri,” ungkapnya.
Sedangkan di bulan-bulan lainnya, kata Addi potensi hujan masih tetap ada. Namun, hujan yang turun bersifat lokal dan jangka waktu yang pendek. Kadang kala, hujan lebat bisa turun saat bulan-bulan yang minim potensi hujan.
Hujan lebat ini biasanya disebabkan oleh siklonik, konvergensi atau belokan angin (shirline). “Misalnya ada siklon dekat Philipina, dampaknya bisa ke Kepri. Atau ada badai el nino, juga berdampak ke Kepri. Cuaca di Kepri ini sangat dipengaruhi iklim sekitarnya,” ujar Addi.
Jika kondisi ini terjadi, Addi mengatakan satu jam sebelumnya, BMKG Hang Nadim akan mengeluarkan peringatan dini.
“Kami selalu keluarkan dan prakirakan potensi hujannya,” tuturnya.
Ia mencontohkan cuaca esok hari dipengaruhi adanya belokan angin dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang negatif. Sehingga, menyebabkan potensi hujan yang signifikan di Kepri.
“Kondisi cuaca esok hari itu berawan, berpotensi hujan ringan hingga sedang, yang dapat disertai petir dan angin kencang saat siang dan sore hari,” ucapnya.
Bagi masyarakat yang berkegiatan di laut, Addi meminta agar waspada dengan potensi gelombang laut di Perairan Timur Lingga, Timur Bintan dan Selatan Anambas.
“Potensi gelombangnya sampai 2 meter,” paparnya.(*)
Reporter: Fiska Juanda



