
batampos – Hujan deras yang mengguyur wilayah Batuaji dan Sagulung memicu banjir dan genangan air di beberapa titik jalan utama, Senin (11/8/2025). Pantauan di lapangan, genangan air terjadi di ruas Jalan R Suprapto, Brigjen Katamso, hingga Jalan Marina City dan Jalan Diponegoro, Sei Temiang. Meski arus lalu lintas masih terpantau lancar, laju kendaraan sedikit melambat karena pengendara harus lebih berhati-hati.
Kondisi ini membuat para pengendara motor dan mobil ekstra waspada agar tidak memercikkan air ke pengguna jalan lain atau terjebak dalam kubangan yang berpotensi menyebabkan mogok dan kecelakaan. Beberapa titik genangan cukup tinggi sehingga kendaraan roda dua terpaksa memperlambat laju atau mencari jalur alternatif.
Genangan air terparah terjadi di Jalan Marina City. Air setinggi hampir setengah ban motor bertahan seharian penuh meskipun hujan sudah reda sejak pagi. Situasi serupa terlihat di jalan menuju Kaveling Baru, Sagulung, di mana air baru mulai surut menjelang sore hari. Kondisi ini kerap menimbulkan kemacetan saat jam sibuk.
Baca Juga: Hujan Lebat, Banjir Rendam Jalan S. Parman Seibeduk
Selain mengganggu arus lalu lintas, genangan air juga memperparah kerusakan jalan. Di sejumlah titik, aspal mulai terkelupas dan berlubang akibat terendam dalam waktu lama serta tingginya volume kendaraan yang melintas. Andre, seorang warga setempat, menyebut penyebabnya adalah posisi jalan yang lebih rendah dibandingkan dataran sekitar sehingga air sulit mengalir keluar.
“Tidak ada jalur pembuangan air yang memadai, jadi begitu hujan lebat, air langsung menggenang. Kalau tidak segera diperbaiki, ini akan terus jadi masalah setiap musim hujan,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan perhatian lebih terhadap penanganan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung. Mereka menilai upaya yang dilakukan selama ini masih belum efektif, terutama di titik rawan yang selalu berulang tergenang.
Hingga kini, Pemko Batam masih menjalankan proyek normalisasi drainase dan perbaikan jalan di sejumlah titik. Namun, pekerjaan tersebut belum merata di seluruh wilayah. Beberapa kawasan masih menunggu giliran, sehingga persoalan banjir dan genangan air belum sepenuhnya teratasi.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara di lokasi rawan banjir. Di sisi lain, warga meminta percepatan pengerjaan drainase agar jalan utama terbebas dari genangan, sehingga aktivitas harian dapat berjalan normal tanpa terganggu cuaca. (*)
Reporter: Eusebius Sara



