Sabtu, 4 April 2026

Ikamba Batam Gelar Perayaan HUT ke-25, Perkenalkan Tradisi Nganggung ke Generasi Muda

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ikamba) Kota Batam menggelar perayaan ulang tahun yang ke-25 di kantor sekretariatnya di Batuaji, Minggu (19/12/2021). Salah satu tradisi yang diperkenalkan adalah Nganggung. Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos

batampos – Ikatan Keluarga Masyarakat Bangka (Ikamba) Kota Batam menggelar perayaan ulang tahun yang ke-25 di kantor sekretariatnya di Batuaji, Minggu (19/12/2021).

Perayaan berlangsung meriah dan diselingi dengan beragam kegiatan seperti Nganggung yang merupakan tradisi masyarakat Bangka, pertunjukan barongsai serta pemberian lucky draw ke peserta.

”Di Ultah ke-25 Ikamba Batam kali ini, kami mengundang seluruh masyarakat Bangka di Batam. Kegiatan yang kami gelar seperti budaya tradisional masyarakat Bangka berupa Nganggung,” ujar Ketua Ikamba Kota Batam, Jupri.

Ia menjelaskan, Nganggung adalah sebuah kegiatan berupa membawa dulang berisi makanan.

“Nganggung merupakan rangkaian kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, saling membantu antar warga dalam suatu desa atau kampung,” katanya.

Nganggung sendiri lanjutnya, sering disebut juga sepintu sedulang. Karena setiap rumah (sepintu atau satu pintu) membawa satu dulang (sedulang), yaitu wadah kuningan maupun seng yang digunakan untuk mengisi makanan dan kemudian ditutup dengan penutup dulang, yaitu tudung saji.

Kata dia, kegiatan yang digelar Ikamba mengaplikasi semboyan masyarakat Bangka yang disebut Fan Ngin, Tong Ngin, Jit Jong.

“Itu artinya antara masyarakat Melayu dengan masyarakat Tionghoa sama, terjalin harmonisasi atau terjaganya kerukunan hidup antar masyarakat,” paparnya.

”Istilahnya cermin eratnya simbol kebhinekaan di Bangka. Tidak ada pengotak-kotakan antara Tionghoa dengan Melayu, mereka bersatu, hidup rukun dalam perbedaan yang disatukan dengan Bhineka Tunggal Ika,” terangnya lagi.

Ketua panitia acara, Rince, menjelaskan, peringatan Ultah Ikamba Batam kali ini sengaja digelar dengan sederhana dan memperkenalkan kembali budaya tradisional masyarakat Ikamba kepada generasi muda masyarakat Bangka. Salah satunya Nganggung.

”Kami gelar pawai nganggung dengan diiringi barongsai. Kami memperkenalkan kepada generasi-generasi muda masyarakat Bangka yang mungkin tidak tahu, apa sih itu Nganggung. Agar mereka tahu jati diri sebagai masyarakat Bangka yang tetap menjalin keharmonisan, menerima perbedaan adat, budaya dan agama sebagai satu kesatuan yang rukun dalam bermasyarakat,” ujarnya.

Tak hanya menampilkan nganggung, perayaan Ultah Ikamba Batam juga diramaikan dengan perlombaan kreasi membuat tumpeng kue
tradisional dari Bangka.

Nantinya kata dia, kegiatan seperti nganggung dan kreasi tumpeng kue tradisional akan digelar tiap tiga bulan sekali.

”Kami ingin masyarakat Bangka yang hidup di Batam, tak ada lagi perbedaan suku dan agama di dalam kehidupan. Kepada warga Bangka yang ada di Batam,” paparnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat Bangka di Kota Batam untuk terus memberikan kontribusi kebersamaan dalam membangun Batam melalui kehidupan sehari-hari. Seperti hidup rukun damai, berdampingan dengan masyarakat lain.

“Untuk di Batam sendiri masyarakat Ikamba jumlahnya ada sekitar 7 ribu lebih. Rangkaian peringatan ultah Ikamba Batam sendiri sebelumnya juga sudah digelar kegiatan donor darah yang dipusatkan di Kepri Mall, Minggu (5/12/2021), serta kegiatan vaksinasi untuk masyarakat Batam secara umum,” tuturnya.(*)

Reporter: Iman Wachyudi

UPDATE