
batampos – Pertumbuhan investasi di Kota Batam masih stagnan. Pengaruh pandemi Covid-19 masih membayangi pertumbuhan ekonomi hingga paruh pertama tahun ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPM-PTSP) Batam, Firmansyah, mengatakan, sejak beberapa tahun ini pertumbuhan investasi dalam negeri memang relatif stagnan.
Hal ini karena pengaruh pandemi yang masih terjadi, dan belum membaiknya sektor usaha di Indonesia, sehingga turut berdampak terhadap investasi di Batam.
“Sejauh ini kalau yang baru masih tidak banyak. Namun kita sedikit terbantu dengan investasi yang masih mampu dan sanggup bertahan di dua tahun terakhir ini,” kata dia.
Firman menyebutkan berdasarkan data terbaru total investasi dari PMDN kurang lebih Rp 300 miliar. Angka ini berasal dari peningkatan nilai investasi dari perusahaan yang sudah ada selama ini.
Peningkatan investasi ini misalnya terjadi pada perusahaan properti yang meluaskan bisnis mereka seperti membangun apartemen atau jenis properti lainnya. Peningkatan ini juga bisa dari segi penambahan armada seperti kapal.
“Arus pelayaran kan sudah mulai membaik, ya diharapkan ada penambahan-penambahan investasi seperti itu. Sehingga iklim investasi di Batam tetap terjaga,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan kondisi investasi di Batam terbilang masih terjaga. Beruntungnya meskipun belum ada investasi baru yang masuk, dengan bertahannya perusahaan atau usaha yang ada saat ini sudah sangat membantu dalam investasi dalam negeri.
“Kalau PMA dan PMDN itu total sudah Rp. 7 triliun. Tentu kami berharap ke depan ada penambahan nilai investasi di Batam, hal ini didukung dengan infrastruktur yang ada saat ini, serta kemudahan perizinan, sehingga investor mau menanamkan modal mereka di Batam,” jelasnya.
Ia menambahkan kembali menggeliatnya pembangunan properti diharapkan turut menjadi penyumbang investasi.
Kondisi yang sudah cukup kondusif, dan pengendalian Covid-19 yang terus membaik menjadi salah satu faktor investasi bisa berkembang ke depannya.
“Kalau harapan kita semua tentu baik. Jangan sampai investasi yang sudah ada sekarang ini berkurang, kalau bisa tentu naik. Namun dengan mereka bertahan saja itu sudah sesuatu hal yang positif,” tutupnya.(*)
Reporter: Yulitavia



