
batampos – Kebutuhan tenaga kerja di Batam semakin berubah dari tahun ke tahun. Permintaan dari perusahaan-perusahaan di Batam mulai berganti dari tenaga kerja tidak terampil, menjadi tenaga kerja terampil.
“Perlahan-lahan, namun pasti. Semakin berkurang tiap tahunnya, permintaan akan tenaga kerja tidak terampil,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid.
Rafki mengatakan, spesifikasi kebutuhan tenaga kerja setiap perusahaan berbeda-beda. Hal itu tergantung dengan proyek yang dikerjakan. Saat ini, kebutuhan tenaga kerja di Batam itu, tidak lagi mencari yang tidak memiliki skill.
Baca Juga: BP Batam Berkomitmen Dorong Pemulihan Ekonomi
Salah satu penyebabnya adalah, perubahan karakteristik perusahaan-perusahaan di Batam.
Saat ini, perusahaan di Batam mulai beralih ke usaha yang padat modal, dengan berinvestasi di teknologi. Sehingga, kebutuhan tenaga kerja yang diminta, wajib terampil dan full skill.
Kebutuhan tenaga kerja setiap bulan atau tahun, selalu banyak. Tak hanya disebabkan adanya karyawan berhenti, putus kontrak, pensiun atau berpindah ke perusahaan lainnya. Penyebab lainnya adalah, perluasan investasi di Batam terus terjadi.
“Perluasan investasi, setiap tahunnya tumbuh positif,” ujar Rafki.
Baca Juga: Timsel Buka Pendaftaran Calon Anggota Bawaslu se-Kepri
Ia mengatakan, adanya penambahan investasi, namun juga membutuhkan tenaga kerja tambahan. Tapi, penambahan ini bukanlah terhadap tenaga kerja non skill.
“Permintaanya sama, tenaga kerja terampil. Arahnya, lebih pada industri yang mengandalkan teknologi dan modal besar,” ujar Rafki.
Hal inilah yang menyebabkan, permintaan industri lebih ke tenaga kerja terampil dan terdidik.
Saat ini, industri perminyakan dan tambang sedang booming, tenaga kerja yang banyak dibutuhkan adalah welder, pipe fitter, dan sejenisnya. Tenaga kerja untuk posisi teknisi dan engineering (teknik mesin) juga masih banyak dibutuhkan.
Baca Juga: Pelaku Pecah Kaca Mobil Beraksi di Batam, Korban Alami Kerugian Rp 310 Juta
“Termasuk juga tenaga kerja yang menguasai teknologi informasi, komputer, jaringan dan sejenisnya,” tutur Rafki.
Namun, perusahaan di Batam mengalami kesulitan, saat mencari tenaga kerja terampil. Tenaga kerja yang tersedia, kebanyakan tidak terampil dan non skill.
“Sulit mencari tenaga kerja terampil, terutama untuk bidang-bidang tertentu. Banyak perusahaan di Batam yang masih harus mendatangkan tenaga kerja dari luar Batam, bahkan dari luar negeri,” ujar Rafki.
Baca Juga: Batam Triathlon Diharapkan Mampu Datangkan Lebih Banyak Wisman
Pertumbuhan ekonomi di awal 2023 ini cukup baik. Sehingga, tidak ada efisiensi di beberapa perusahaan.
“Namun, kami tidak tahu nanti jika resesi global memang terjadi diakhir tahun ini. Kemungkinan ada perusahaan yang terkena imbasnya dan akan melakukan efisiensi. Tapi mudah-mudahan saja tidak terjadi,” tutur Rafki.(*)
Reporter: Fiska Juanda



