Rabu, 4 Maret 2026

Inflasi Batam 3,13 Persen, Emas Perhiasan dan Daging Ayam Paling Berpengaruh

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengunjung saat melihat emas yang dipajang di etalase toko Emas Banda Baru di Mega mall, Senin (12/1). Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kota Batam mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,13 persen pada Februari 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 112,08, naik dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 108,80.

Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kota Batam, pada Februari 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,13 persen. Terjadi kenaikan IHK dari 108,80 pada Februari 2025 menjadi 112,08 pada Februari 2026. Tingkat inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,4 persen dan year to date (y-to-d) sebesar 0,37 persen,” ujarnya, Selasa (3/3).

Secara bulanan, Batam juga mengalami inflasi sebesar 0,4 persen. IHK naik dari 111,63 pada Januari 2026 menjadi 112,08 pada Februari 2026.

Baca Juga: 13 Dapur MBG di Wilayah 3T Batam Tunggu Proses Administrasi BGN

Inflasi y-on-y terjadi karena kenaikan harga pada sebelas kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 21,09 persen.

Kelompok lainnya yang turut mengalami kenaikan yakni makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,57 persen; pakaian dan alas kaki 2,38 persen; transportasi 2,16 persen; kesehatan 2,03 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 1,94 persen; pendidikan 1,32 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,03 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,91 persen; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,82 persen; serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen.

Dari sisi andil, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi y-on-y, yakni sebesar 1,34 persen. Disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,75 persen, transportasi 0,30 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,28 persen.

Emas Perhiasan hingga Angkutan Udara Dongkrak Inflasi

Sejumlah komoditas tercatat dominan menyumbang inflasi y-on-y, di antaranya emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, beras, sigaret kretek mesin (SKM), sewa rumah, nasi dengan lauk, daging sapi, akademi/perguruan tinggi, hingga mobil.

Selain itu, ikan tongkol, ikan kembung, mie, pisang, tomat, baju muslim wanita, makanan hewan peliharaan, biaya pemeliharaan/service, sigaret kretek tangan (SKT), dan tulang sapi juga memberikan andil terhadap inflasi tahunan.

Sebaliknya, sejumlah komoditas menahan laju inflasi atau menyumbang deflasi y-on-y, seperti cabai merah, bensin, bayam, bawang merah, bawang putih, udang basah, kangkung, telur ayam ras, cabai rawit, terong, susu bubuk, dan cabai hijau.

Baca Juga: Investasi dan Ekspor Dongkrak Ekonomi Kepri, Konsumsi Rumah Tangga Masih Tertinggal

Untuk inflasi m-to-m Februari 2026, komoditas yang dominan menyumbang kenaikan antara lain emas perhiasan, nasi dengan lauk, kangkung, angkutan udara, cabai merah, mobil, kacang panjang, tomat, beras, hingga sigaret kretek mesin.

Sementara komoditas yang menyumbang deflasi bulanan di antaranya bensin, daging ayam ras, bawang merah, buncis, telur ayam ras, sawi putih, brokoli, santan segar, terong, cabai hijau, wortel, jeruk, dan udang basah.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, inflasi y-on-y Februari 2026 sebesar 3,13 persen ini lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 2,88 persen dan Februari 2024 sebesar 2,77 persen.

Kondisi ini menunjukkan tren inflasi tahunan di Batam dalam tiga tahun terakhir cenderung meningkat. Meski begitu, angka inflasi masih berada dalam rentang yang relatif terkendali.(*)

SALAM RAMADAN