
batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Februari 2025 sebesar 2,88 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) meningkat dari 105,64 pada Februari 2024 menjadi 108,68 pada Februari 2025.
Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan bahwa inflasi ini terjadi akibat kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami kenaikan tertinggi sebesar 11,03 persen” ujarnya, Kamis (6/2).
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 3,74 persen, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang meningkat 3,42 persen.
Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (-0,45 persen), informasi, komunikasi, dan jasa keuangan (-0,07 persen), serta pendidikan (-1,45 persen).
Baca Juga: Trafik Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Diprediksi Naik 10 Persen Saat Lebaran
Selain inflasi tahunan, Batam juga mengalami inflasi month to month (m-to-m) pada Februari 2025 sebesar 0,03 persen. “Inflasi ini terjadi karena kenaikan IHK dari 108,65 pada Januari 2025 menjadi 108,68 pada Februari 2025,” tambah Eko.
Ia mengungkapkan sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi y-on-y, di antaranya emas perhiasan, tarif listrik, sewa rumah, bayam, kangkung, cabai rawit, minyak, beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), serta santan segar.
Sedangkan deflasi y-on-y dipengaruhi oleh penurunan harga sekolah menengah atas, daging ayam ras, tomat, bawang merah, serta beberapa jenis ikan seperti selar dan bawal.
Untuk inflasi m-to-m, kenaikan harga dipicu oleh emas perhiasan, bayam, kangkung, nasi dengan lauk, bensin, angkutan udara, minyak goreng, serta makanan siap saji seperti martabak dan ketoprak.
Baca Juga: Semrawut, Warga Desak Penertiban Reklame Liar di Batuaji dan Sagulung Jadi Prioritas
Di sisi lain, harga daging ayam ras, cabai merah, telur ayam ras, beras, dan ikan kembung menjadi faktor utama penyumbang deflasi m-to-m.
“BPS Kota Batam terus memantau pergerakan harga untuk memastikan stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



