Rabu, 8 April 2026

Inflasi Terkendali, Batam Siapkan Langkah Konkret Hadapi Lonjakan Harga Beras dan Cabai

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi.

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Senin (8/9) kemarin. Rapat tersebut diikuti oleh gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia secara daring, sementara Pemko Batam mengikutinya dari Ruang Rapat Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam.

Dalam paparannya, Mendagri menyampaikan inflasi nasional pada Agustus 2025 tercatat 2,31 persen (year on year), turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,27 persen. Secara bulanan, inflasi bahkan berada pada posisi minus 0,08 persen (month to month), menandakan tren harga relatif terkendali.

Meski begitu, Tito mengingatkan adanya sejumlah komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi, yakni beras, cabai merah, rokok kretek dan filter, bawang merah, serta emas perhiasan. Adapun beberapa komoditas yang justru menahan inflasi di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, dan tarif angkutan udara.

Khusus untuk beras dan cabai merah, pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipasi. Dua komoditas tersebut terbukti paling rentan mendorong inflasi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga.

Menindaklanjuti arahan itu, Amsakar mengatakan akan segera melakukan pemantauan lapangan serta berkoordinasi dengan distributor utama. Disperindag Batam disebut bakal memperkuat mekanisme operasi pasar, terutama menjelang akhir tahun ketika permintaan biasanya meningkat.

“Kita pastikan stok aman, harga terkendali, dan masyarakat tidak terbebani. Batam akan berkolaborasi dengan Bulog dan pihak swasta agar distribusi beras dan cabai lebih lancar,” kata Amsakar usai rakor.

Selain inflasi, rakor juga membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional, mulai dari penghapusan kemiskinan ekstrem, realisasi Program 3 Juta Rumah, hingga dinamika sosial di masyarakat.

Namun bagi Pemko Batam, stabilitas harga bahan pokok tetap menjadi prioritas utama demi menjaga daya beli masyarakat sekaligus iklim usaha di kota industri ini. (*)

Reporter: Arjuna

UPDATE