
batampos – Jalanan Batam sering banjir di kala hujan. Masyarakat sering bertanya, tentang bagaimana Pemko Batam mengatasi banjir di Batam.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Suhar mengatakan, sudah ada rencana dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek, normalisasi lebih diprioritaskan.
Sementara jangka panjang adalah pengaplikasian sistem teknologi. “Sistem teknologi yang kami rencanakan adalah pemasangan pompa air. Alat ini akan membantu mengantisipasi terjadinya banjir,” kata Suhar.
Ia menyampaikan, kawasan permukiman diprioritaskan dalam pencegahan banjir. Karena, banjir di pemukiman dapat berdampak terhadap kehidupan warga.
Sementara untuk penanganan banjir di Simpang Kepri Mal, Suhar mengungkapkan masih menjadi prioritas kedua, usai permukiman.
Suhar menjelaskan, Simpang Kepri Mall masih ada pengerjaan jalan. Sehingga menurutnya, terlalu berisiko jika menyiapkan anggaran pengadaan pompa, jika pengerjaan belum usai.
Untuk itu, menuntaskan persoalan banjir masih akan diprioritaskan di wilayah permukiman. Tahun lalu, DBMSDA sudah mengusulkan untuk pengadaan pompa di Bengkong dan Marina.
Namun, masih belum terwujud, karena keterbatasan anggaran. Untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak penambahan debit air, DBMSDA telah melakukan pengangkatan sedimen atau normalisasi.
Baca Juga: 20 Titik Banjir di Batam di Kala Hujan Datang
Hal ini guna memperlancar air dari hulu ke hilir. Suhar menjelaskan menuntaskan persoalan banjir di Batam, tidak bisa hanya mengandalkan gravitasi, makanya dibutuhkan pengaplikasian teknologi.
“Simpang Kepri Mall juga akan menerapkan sistem yang sama yakni penerapan teknologi pompa rencananya,” ungkap Suhar.
Untuk mengatasi banjir di Batam, membutuhkan dana yang sangat besar. Ia memperkirakan, untuk mengatasi persoalan banjir di Simpang Kepri Mall saja, membutuhkan biaya kurang lebih Rp20 miliar.
Angka tersebut untuk pembelian pompa, serta pemasangan instalasi untuk mendorong berfungsinya pompa. Selain itu, juga harus dibenahi saluran air yang ada di sekitar titik banjir tersebut.
“Itu adalah pompa yang paling kecil kapasitasnya. Tapi saya rasa cukup lah untuk mengatasi persoalan titik banjir di permukiman, dan Simpang Kepri Mall,” ujar Suhar.
Selain membuat rencana untuk mengatasi banjir, Pemko Batam juga telah memetakan titik banjir yang ada di Kota Batam. Suhar mengatakan, ada 20 titik banjir di Kota Batam. Setiap lokasi atau daerah rawan banjir, sudah dipersiapkan cara untuk mencegah banjir.
“Mungkin harus komitmen bersama. Jika banjir sudah masuk skala prioritas, maka harus diterapkan teknologi ini. Agar titik banjir bisa dikurangi,” ujarnya.
Reporter: YULITAVIA



