
batampos – Tren cacar monyet di Indonesia bukan lagi disebabkan hewan pembawa akan tetapi lebih pada lewat hubungan seksual, atau pasien lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL). Kelompok penyuka sesama jenis pun menjadi yang paling beresiko terjangkit penyakit ini.
“Untuk pasien di Batam ini sudah kita telusuri, kita gali dan memang dia tak mengakui berhubungan badan akhir-akhir ini. Dia berobat tanggal 7 kemarin masa inkubasi 7 hari dan kemungkinan ia kontak dengan penderita cacar monyet ini pada awal bulan November ini,” tutur Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi.
Baca Juga: BTKLPP Batam Periksa Lima Sampel Monkeypox
Gejala cacar monyet akan timbul 5-21 hari setelah penderita terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal cacar monyet meliputi demam, lemas, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan adanya benjolan di leher, ketiak atau, selangkangan.
Gejala awal dapat berlangsung selama 1-3 hari atau lebih. Setelah itu akan muncul gejala seperti ruam pada wajah yang akan menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti lengan dan tungkai. Ruam tersebut akan muncul seperti bintil yang berisi cairan nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian akan menyebabkan borok di permukaan kulit.
“Bagi masyarakat yang merasa memiliki gejala tersebut dapat melaporkan ke puskesmas/klinik/RS terdekat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan,” pungkas Didi. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



