Selasa, 17 Maret 2026

Ini Penyebab Harga Gula di Batam Naik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Harga gula pasir curah di Kota Batam yang awalnya Rp 10-11 ribu per kilogram (kg) kini naik menjadi Rp 13-14 ribu per kg. Foto: Jawapos.com

batampos – Selama sepekan terakhir harga gula di Batam mengalami kenaikan hingga 30 persen. Kenaikan harga gula ini diduga karena larangan impor gula dari negara India.

Kondisi itu paling terlihat untuk gula pasir jenis curah yang biasanya dijual Rp 10 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 13 ribu. Bahkan di pasaran Batam, harga gula pasir curah dijual hingga Rp 14 ribu per kg, sedangkan untuk gula pasir premium dijual hingga Rp 17 ribu per kg.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam membenarkan kenaikan harga gula pasir. Bahkan kenaikan harga gula pasir sudah terjadi sejak dua pekan terakhir.

“Iya harga gula pasir naik, ini dampak larangan (India) ekspor gula pasir. Naiknya lumayan juga dibanding biasa,” ujar Aryanto.

Dijelaskannya, naiknya harga gula pasir menurutnya terjadi di banyak negara. Sebab India sebagai penghasil gula pasir terbesar, menghentikan ekspor gula pasir ke sejumlah negara.

“Dampaknya tak hanya untuk Batam atau Indonesia saja, tapi sudah internasional,” jelasnya.

Disinggung apakah ada kemungkinan harga gula pasir kembali naik, Aryanto tak menampik. Sebab harga gula juga berpengaruh terhadap kondisi global.

“Ya bisa saja naik lagi, tapi mudah-mudahan tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Sementara Ayu, warga Batamcenter kaget mendapati harga gula pasir mendadak naik drastis. Biasanya harga gula hanya naik berkisar ratusan rupiah, saat ini naik sampai empat ribuan.

“Kaget juga lihat harga gula, biasanya cuma Rp 10 ribuan, kemarin belinya sudah Rp 14 ribu. Ini untuk yang curah loh, biasanya Rp 14 ribu ini sudah yang premium,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah bisa mengambil tindakan cepat, agar harga gula tidak mengila seperti harga minyak goreng. Sebab kondisi masyarakat sudah sangat panik ditengah tingginya harga-harga sejumlah komoditi pokok yang tinggi.

“Kondisi seperti ini semua serba mahal, yang makin susah rakyat menengah ke bawah seperti saya. Sudah juga menyesuaikan dengan gaji suami yang pas-pasan,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : Yashinta

SALAM RAMADAN