
batampos – Hingga saat ini, progres proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang hanya menyisakan 9,2 persen belum dilanjutkan karena masih menunggu persetujuan dari Economic Development Cooperation Fund (EDCF).
General Manager Pengelolaan Lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, proyek tersebut telah selesai 90,8 persen.
“Target bulan ini (sudah kembali jalan). Tapi masih menunggu persetujuan lender, EDCF. Jadi ditunggu saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk proyek IPAL terdapat 4 item pengerjaan. Mulai dari pembangunan gedung IPAL, 5 stasiun pompa, sambungan ke rumah hingga pembangunan jaringan pipa.
Adapun progres proyek IPAL yang sudah selesai 90,8 persen itu meliputi bangunan gedung IPAL yang selesai 100 persen. Serta 5 stasiun pompa yang juga sudah selesai 100 persen.
Pengerjaan proyek IPAL ini, hanya tinggal pengerjaan jaringan pipa utama yang progresnya sudah mencapai 93,8 persen.
Dimana pipa utama ini masih belum selesai sepanjanh 3,7 kilometer yang berada di 7 lokasi.
Sementara untuk sambungan ke 11.000 rumah progresnya saat ini mencapai 69,4 persen.
“Sambungan ke rumah itu banyak yang belum karena pipa utama belum selesai semua. Tinggal kurang lebih sekitar 3,7 kilometer lagi,” jelasnya.
Penyelesaian pipa utama itu ditargetkan akan selesai pada November 2022
Sementara penyelesaian sambungan ke rumah, selesai September 2022. Terakhir, tes pengujian operasional atau commissioning akan dimulai dari Januari hingga Juni 2023.
“Ditargetkan mulai operasi itu pada Juli 2023,” tuturnya.
IPAL berfungsi untuk menampung limbah-limbah domestik atau rumah tangga.
Limbah-limbah dari rumah warga tersebut akan dikumpulkan ke stasiun pompa sebelum dialirkan ke waste water treatment plant (WWTP) di Bengkong Sadai.
Limbah domestik akan dinetralisir di Food Chain Reactor (FCR) menggunakan bakteri yang akan memakan zat pencemar dalam air limbah akan diolah menjadi pupuk siap pakai dan air baku.(*)
Reporter: Eggi Idriansyah



