Senin, 19 Januari 2026

Ini Rupanya Penyebab Kemacetan Panjang dari Arah Seiladi ke Tiban

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Truk tanah bernomor polisi BP 8365 DU mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik di turunan Tiban Kampung, Kamis lalu.

batampos – Truk tanah beroda 10 bernomor polisi BP 8365 DU mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik di jalan turunan Tiban Kampung dari arah Seladi, Kota Batam, Kamis sore. Truk bermuatan material tanah itu terguling ke arah jalan hingga menumpahkan muatannya dan menutup hampir separuh badan jalan.

Peristiwa tersebut sontak memicu kemacetan panjang di ruas jalan yang menghubungkan Seiladi dan kawasan Southlink. Arus kendaraan tersendat karena pengendara harus melaju perlahan melewati tumpahan tanah, terutama pada jam pulang kerja.

Padatnya arus lalu lintas pada jam sibuk membuat proses pengangkatan kendaraan tertunda, sementara material tanah masih berserakan di badan jalan.

Baca Juga: Mangrove Hancur, Sungai Dikubur

Aparat kepolisian lalu lintas terlihat berjaga untuk mengatur arus kendaraan agar tetap bergerak. Namun, meski tidak menutup seluruh ruas jalan, kemacetan panjang tak terelakkan dan berlangsung hingga menjelang malam.

Sudin, warga yang berada di lokasi kejadian, mengatakan truk tersebut melaju cukup kencang saat menuruni jalan. “Dari atas kelihatan agak laju, tiba-tiba terbalik. Kemungkinan ada masalah di sistem pengereman,” ujarnya.

Beruntung, sopir truk dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Meski demikian, kecelakaan tersebut berdampak luas terhadap mobilitas warga, dengan antrean kendaraan mengular dari arah Seiladi hingga lokasi kejadian.

Insiden ini kembali memantik keluhan masyarakat soal maraknya aktivitas truk proyek pengangkut material tanah di berbagai ruas jalan utama di Kota Batam. Warga menilai kendaraan proyek kerap melintas bebas tanpa memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lain.

Baca Juga: Arus Balik Isra Mikraj Masih Ramai, Penyeberangan Uban–Batam Didominasi Kendaraan

Irma, salah seorang pengguna jalan, berharap pemerintah segera melakukan penertiban. “Dari Baloi sampai Sekupang ramai truk tanah bolak-balik. Banyak yang kebut-kebutan, bikin jalan berdebu dan kotor. Ini berbahaya,” katanya. Ia mengusulkan pengaturan jalur khusus atau pembatasan jam operasional.

Masyarakat juga menyoroti minimnya kepatuhan truk proyek terhadap standar keselamatan, seperti penggunaan terpal penutup muatan. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan kecelakaan dan mengganggu kebersihan jalan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, belum memberikan tanggapan atas keluhan warga tersebut. (*)

Update