Selasa, 27 Januari 2026

Inklusif dan Humanis, Imigrasi Batam Mudahkan Difabel Urus Paspor

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menghadirkan layanan “Paspor Simpatik” khusus bagi penyandang disabilitas dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menghadirkan layanan “Paspor Simpatik” khusus bagi penyandang disabilitas dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional.

Program pelayanan jemput bola ini dipusatkan di Museum Raja Ali Haji, Alun-alun Engku Putri Batam Center, bekerja sama dengan K3S dan Pemerintah Kota Batam, Sabtu (6/12).

Kasi Dokumen Perjalanan Imigrasi Batam, Doni Lusindra, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti komitmen Imigrasi untuk memberikan pelayanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan. “Kami ingin membuktikan bahwa Imigrasi Batam selalu hadir di setiap kesempatan, termasuk untuk penyandang disabilitas. Hari ini kami bekerja sama dengan K3S dan Pemko Batam untuk memberikan layanan permohonan paspor langsung di lokasi,” ujarnya.

Pelayanan difokuskan bagi peserta kegiatan K3S yang hadir bersama keluarga. Pada kesempatan ini, Imigrasi Batam menargetkan sebanyak 50 pemohon disabilitas dapat mengikuti proses pengambilan biometrik hingga batas layanan pukul 12.00 WIB.

Doni menjelaskan seluruh peralatan layanan keliling dibawa lengkap ke lokasi sehingga pemohon dapat diproses layaknya di kantor imigrasi. “Untuk pencetakan paspor akan diproses tiga hari kerja setelah pembayaran PNBP dilakukan. Kami menyiapkan fasilitas terbaik agar seluruh tahapan dapat berlangsung lancar,” tambahnya.

Ia turut mengapresiasi dukungan Pemko Batam dan K3S sehingga kegiatan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. “Semangatnya sama, memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat Batam, khususnya penyandang disabilitas,” katanya.

Ketua LPA Batam, Lina, mengapresiasi langkah Imigrasi Batam yang dinilai sangat mempermudah penyandang disabilitas dalam mendapatkan dokumen perjalanan. “Kami berterima kasih kepada Imigrasi. Ini memudahkan anak-anak kita dan keluarganya. Luar biasa, dan semoga berlanjut tahun depan,” ujarnya.

Lina menegaskan bahwa layanan ini menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan publik tanpa hambatan. “Anak-anak ini semuanya sama. Mereka berhak mendapatkan layanan publik tanpa hambatan. Imigrasi membuat terobosan yang sangat membantu mereka memperoleh paspor,” ujarnya .

K3S juga turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dinilai sangat bermanfaat, terutama pemberian kuota lebih besar untuk pemohon disabilitas. K3S berharap ke depan dapat tersedia prioritas khusus bagi kelompok ini dalam program serupa.

Program “Paspor Simpatik” menjadi momentum hadirnya Imigrasi Batam di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai institusi yang menjunjung inklusivitas. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin dan terus diperluas untuk menjangkau kelompok rentan lainnya.

Dengan adanya kemudahan layanan ini, penyandang disabilitas kini memiliki akses yang semakin besar dalam memperoleh dokumen perjalanan dan menikmati hak layanan publik yang setara.

Imigrasi Batam menegaskan akan terus memperkuat kemitraan dan meningkatkan inovasi layanan berbasis kemanusiaan ke depannya. (*)

Reporter: Aziz Maulana

Update