
batampos – Konferensi internasional The International Conference on Innovation in Open and Distance Learning (INNODEL) 2025 memasuki hari kedua di Aston Batam Hotel & Residence, Rabu (5/11). Pada sesi yang berlangsung di Grand Lotus Room, para akademisi menyoroti isu terkini dalam pembelajaran jarak jauh, mulai dari kolaborasi manusia dan kecerdasan buatan (Human-AI Collaboration), pengembangan karakter mahasiswa, hingga tantangan strategi belajar pada sistem daring.
Sesi hari kedua dimoderatori oleh Diky Paramitha, yang sekaligus mempresentasikan materi penutup. Ada sejumlah pemakalah yang membawakan tema terkait inovasi pembelajaran digital, memberikan perspektif yang beragam dan aplikatif.
Diantaranya; Dr. Zulkifli Sultan, S.E., M.M., membuka sesi dengan materi “Fostering Entrepreneurial Character of University Students Through Digital Learning and Green Economy Integration.” Ia menekankan bahwa pembelajaran digital menjadi sarana strategis menanamkan karakter wirausaha berkelanjutan pada mahasiswa, khususnya melalui integrasi nilai ekonomi hijau di kampus terbuka.
Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc., mempresentasikan dua makalah. Pertama, “Human-AI Collaboration in Lifelong Learning: The Role of Digital Mentors and Emotional AI in OFDL,” menyoroti pentingnya kecerdasan buatan sebagai pendamping digital bagi mahasiswa.
Baca Juga: Batam Sky Celebration Jadi Atraksi Utama di Peringatan Hari Jadi Batam ke-196
Pada makalah keduanya, “Hero Model for Lifelong Learning: Unveiling the Psychological Capacity’s Impact on Persistence and Career Development in OFDL,” ia mengulas bagaimana ketangguhan psikologis mahasiswa memengaruhi keberlanjutan studi dan pengembangan karier.
Daniel Pasaribu, S.Pd., M.A., membahas tantangan mahasiswa mengikuti tutorial online dalam materinya “Exploring Student’s Challenges and Learning Strategies in Online Tutorials.” Ia menemukan bahwa kemampuan manajemen waktu dan motivasi internal menjadi faktor dominan kesuksesan pembelajaran daring.
Bibi Nabi Ahmad Khan memaparkan “Determinants of Artificial Intelligence Adoption Among Students in Open, Distance, and Digital Education: The Mediating Role of Learning Engagement.” Ia menekankan bahwa adopsi teknologi AI perlu berbasis keterlibatan belajar agar dapat meningkatkan kualitas pemahaman, bukan sekadar menjadi alat tambahan.
Diky Paramitha menutup sesi pemaparan dengan makalah “AI Can See the Future: Smart and Authentic Enrollment Insights at Universitas Terbuka.” Ia menunjukkan bagaimana pemanfaatan AI dalam proses registrasi dan pemetaan minat belajar mahasiswa dapat meningkatkan efektivitas layanan akademik.
Keberagaman perspektif yang disampaikan menegaskan bahwa inovasi berbasis teknologi dan penguatan kapasitas pembelajar menjadi kunci pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Sesi panel dan diskusi tematik dijadwalkan berlanjut hingga penutupan konferensi.
INNODEL 2025 sendiri telah dimulai pada Selasa (4/11), dengan tema “Strengthening Initiative, Authenticity, and Usefulness (SINAU).” Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Rahmat Budiman, menyampaikan bahwa persiapan konferensi ini dilakukan sejak satu tahun lalu. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk memperkuat inovasi pembelajaran terbuka dan jarak jauh.
Rahmat Budiman menegaskan bahwa Universitas Terbuka memiliki komitmen memperluas akses pendidikan tinggi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Riau, melalui sistem pembelajaran terbuka yang fleksibel dan terjangkau. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Pemprov Kepri sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam menghadapi tantangan pendidikan digital. (*)
Reporter: Eusebius Sara



