
batampos-POLITEKNIK Negeri Batam (Polibatam) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi teknologi tepat guna untuk masyarakat daerah melalui kegiatan Desiminasi hasil penelitian Program Katalisator Kemitraan Berdikari Galah Cerdas Pemetik Cengkeh yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Rabu (8/10).
Kegiatan yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini meliputi tiga agenda utama, yaitu: penandatanganan kerja sama, pelatihan penggunaan dan perawatan galah, serta serah terima peralatan hasil penelitian.
Kegiatan diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polibatam, BumDesma Bunguran Utara Abadi, dan SMK Negeri 1 Bunguran Timur Laut. Kerja sama ini menandai sinergi antara perguruan tinggi dan menengah vokasi, serta masyarakat desa dalam mendukung penguatan ekonomi berbasis inovasi teknologi.
Sebagai bentuk nyata dukungan, Polibatam juga menyerahkan delapan set Galah Cerdas Pemetik Cengkeh kepada BumDesma Bunguran Utara Abadi serta 1 unit printer 3D kepada SMK Negeri 1 Bunguran Timur Laut.
Dalam kegiatan tersebut, tujuh tim peneliti dari Polibatam yaitu Yeni Rokhayati, Sudra Irawan, Hendra Saputra, Hanifah Widyastuti, Hajrul Khaira, Widya Putri Ramadhani, dan Yogantara memberikan pelatihan penggunaan alat galah cerdas kepada para petani yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Desa Bersama (BumDesma) Bunguran Utara Abadi.
BACA JUGA: Bersama Disnakertrans Kepri, Polibatam Adakan Diseminasi Talent Cerdas
Pelatihan ini bertujuan agar petani mampu mengoperasikan galah pemetik cengkeh secara efisien dan aman, sekaligus meningkatkan produktivitas panen. Galah ini memiliki sejumlah keunggulan inovatif yang dirancang untuk menjawab tantangan di lapangan. Galah ini dilengkapi teknologi cerdas berupa kamera dan sensor IoT yang mampu mendeteksi tingkat kematangan buah cengkeh secara akurat, sehingga petani dapat melakukan panen pada waktu yang tepat dan menghasilkan produktivitas lebih tinggi.
Teknologi cerdas ini telah dikembangkan tidak hanya bisa mendeteksi kematangan buah cengkeh saja namun juga dapat mendeteksi kematangan jenis buah yang lain sehingga bentuk galah dapat disesuaikan dengan jenis buah yang akan dipetik. Selain meningkatkan volume panen, galah ini juga meminimalkan risiko kecelakaan kerja, karena pekerja dengan jangkauan yang lebih luas, alat ini dapat memetik cengkeh dari area yang sebelumnya sulit dijangkau secara manual.
Dari sisi operasional, galah ini ergonomis dan praktis, memiliki bobot yang ringan dengan panjang yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Dilengkapi pula dengan wadah penampung buah cengkeh, alat ini memudahkan operator dalam proses pemetikan.
Hari berikutnya, tim peneliti galah cerdas Polibatam memberikan pelatihan perbaikan dan perawatan alat kepada guru serta tenaga kependidikan SMK Negeri 1 Bunguran Timur Laut. Melalui pelatihan ini, diharapkan SMK tersebut dapat menjadi pusat layanan teknis (service point) untuk perbaikan dan pemeliharaan galah cerdas di wilayah Natuna.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Peneliti Galah Cerdas, Yeni Rokhayati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata implementasi hasil riset agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
BACA JUGA: Polibatam Dukung Workforce Planning
“Kami ingin teknologi hasil penelitian kampus dapat menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Melalui pelatihan dan kerja sama ini, kami berharap petani cengkeh di Natuna bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur BumDesma Bunguran Utara Abadi, Rosdiana mengapresiasi inisiatif kerja sama ini dan menyampaikan bahwa inovasi seperti galah cerdas ini sangat membantu petani, terutama dalam memetik cengkeh yang tinggi tanpa risiko kecelakaan. Dukungan juga datang dari dunia pendidikan lokal.
Kepala SMK Negeri 1 Bunguran Timur Laut, Rahdiana, menyampaikan bahwa pelatihan perawatan alat menjadi peluang bagi siswa SMK untuk berperan aktif dalam mendukung inovasi daerah.
“Kami siap menjadi mitra teknis ba.gi petani, sekaligus menjadikan pengalaman ini sebagai sarana pembelajaran berbasis proyek bagi siswa kami,” jelasnya.
Camat Bunguran Utara, Mikrayatulhidayat memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kolaborasi ini, seraya berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Natuna.
Melalui kegiatan ini, Polibatam menunjukkan peran aktifnya tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasi, tetapi juga sebagai penggerak inovasi daerah dan mitra strategis pembangunan ekonomi masyarakat berbasis teknologi. (*)
Reporter: SUPRIZAL TANJUNG



