
batampos – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam terus melakukan pemantauan intensif pasca insiden terbaliknya kapal tugboat TB ASL Mega di galangan PT ASL Shipyard Indonesia, Jumat (6/3) sore lalu.
Selain membantu proses evakuasi korban, KSOP juga memastikan tidak terjadi pencemaran di sekitar lokasi kejadian serta menjaga keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut.
Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan langkah penanganan yang dilakukan pihaknya bertujuan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.
Baca Juga: Tugboat ASL Terbalik: 3 ABK Tewas, 2 Selamat, Disnaker Pastikan Penanganan Korban dan Santunan
“Prioritas utama saat ini adalah melakukan evakuasi korban dan memastikan tidak adanya pencemaran di sekitar galangan. Kami juga memastikan keamanan pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” ujar Takwim dalam keterangan resminya, Minggu (8/3)
Untuk mendukung penanganan di lapangan, KSOP Khusus Batam telah mengerahkan kapal patroli KNP 376 dan RBB RB-002 menuju lokasi galangan PT ASL Shipyard Indonesia. Kapal patroli tersebut membantu proses evakuasi sekaligus melakukan pengamanan di sekitar area perairan.
Selain itu, pihak KSOP juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan lancar.
“Hingga saat ini kami masih terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” katanya.
Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas pelayaran di sekitar kawasan galangan tetap berjalan aman serta mencegah potensi dampak lingkungan akibat insiden tersebut.
Sementara itu, insiden kapal terbalik tersebut terjadi pada Jumat (6/3) sekitar pukul 15.30 WIB di area jetty PT ASL Shipyard Indonesia. Kapal TB ASL Mega yang berfungsi sebagai kapal assist internal di kolam dock galangan dilaporkan terbalik saat membantu manuver kapal MV Kyparisia.
Kapal tersebut diketahui diawaki lima orang kru. Akibat kejadian itu dilaporkan tiga orang kru meninggal dunia, sementara dua orang lainnya dinyatakan selamat
Korban meninggal dunia dalam insiden tersebut berjumlah tiga orang, yakni Abdul Rahman (59) yang bertugas sebagai Nakhoda, warga Tiban, Batam.
Korban lainnya adalah Guntur Pardede (59) yang menjabat sebagai Chief Officer, warga Tiban Lama, Batam, serta Jhonson Bertuahman (47), warga Tembesi, Batam.
Sementara itu, dua orang lainnya dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut. Mereka adalah M. Habib Anyari (20) yang bertugas sebagai Chief Engineer, asal Langkat, serta Yusup Tangkin (57) yang menjabat sebagai Second Engineer, asal Samarinda. (*)



