batampos – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kota Batam akan mengadakan Musyawarah Cabang pada tanggal 24 Mei 2025, bertempat di Universitas Batam. Musyawarah Cabang tahun 2025 ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Pimpinan Cabang PII Kota Batam yang telah dilaksanakan pada 25 Maret 2025.

Ketua PII Batam periode 2019–2024 (dua periode kepemimpinan), Ir. Prastiwo Anggoro, mengatakan, “Musyawarah Cabang tahun 2024 terasa lebih spesial karena untuk pertama kalinya dalam sejarah pendirian PII Cabang Batam, jumlah calon ketua melebihi dua orang. Perlu digarisbawahi bahwa dari empat insinyur yang maju sebagai calon ketua, masing-masing mewakili unsur triple helix sektor keinsinyuran, yaitu praktisi, akademisi, dan aparatur negara.”
Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Edi Indera, keempat calon ketua tersebut adalah
- Ir. Sanusi
- Ir. Junaidi
- Ir. Moden Purba, dan
- Ir. Ahmad Muda Bahri.
Keempat calon ini telah lulus verifikasi administrasi dan berhak maju dalam kontestasi pemilihan yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu di Universitas Batam. Hal tersebut disampaikan oleh Ir. Edi Indera yang juga menjabat sebagai Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Batam.
Salah satu capaian yang menonjol selama dua periode (enam tahun) kepemimpinan Ir. Prastiwo Anggoro adalah peningkatan jumlah anggota sebesar 370%, dari yang semula berjumlah 273 anggota pada 2019 menjadi 1.020 anggota pada akhir Maret 2025. Sebaran anggota ini mencakup 27 Badan Kejuruan yang ada di Persatuan Insinyur Indonesia, mulai dari Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, hingga Teknik Biomedis.
Selain itu, di bawah kepemimpinannya, PII Batam juga mencatat peningkatan signifikan dalam kepemilikan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI), yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Hingga kini, terdapat 365 insinyur berlisensi. Peningkatan ini turut didorong oleh manfaat STRI dalam pengurusan perizinan bangunan gedung di Kota Batam, serta berdirinya Program Studi Profesi Insinyur di Politeknik Negeri Batam yang juga diinisiasi, salah satunya, oleh PII Kota Batam.
“Fondasi dari infrastruktur keinsinyuran telah dibangun selama enam tahun terakhir. Maka dari itu, pada periode mendatang dengan kepemimpinan yang baru, PII Batam dapat berlari lebih kencang untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Batam serta berperan aktif dalam melindungi insinyur Indonesia dari fenomena masuknya insinyur asing ke Batam,” harap Ir. Prastiwo Anggoro.
Ajang demokrasi para insinyur ini menjadi bukti eksistensi nyata insinyur Indonesia melalui Musyawarah Cabang PII Kota Batam



