Kamis, 15 Januari 2026

Instruksi Wali Kota Batam Mulai Berhasil, Tumpukan Sampah di Sagulung Berkurang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Salah satu TPS liar di pinggir jalan Seibinti yang sudah bersih dari tumpukan sampah. F.Eusebius Sara

batampos – Instruksi Wali Kota Batam, Amsakar Achmad agar masyarakat melakukan pengelolaan sampah di Kota Batam mulai menunjukkan hasil, terutama di wilayah Kecamatan Sagulung. Wilayah ini sebelumnya berjibaku dengan permasalahan sampah yang cukup serius, terutama dengan banyaknya titik tumpukan sampah di pinggir jalan yang mengganggu kenyamanan masyarakat dan merusak estetika kota.

Ada puluhan titik tumpukan sampah di sepanjang jalan utama Sagulung, yang dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Namun, dalam sepekan terakhir, tim satgas kebersihan yang bekerja ekstra telah berhasil membersihkan beberapa lokasi yang selama ini menjadi tempat pembuangan sampah liar.

Beberapa lokasi yang telah dibersihkan, antara lain, depan Perumahan PGRI Sei Binti dan kawasan industri Horizon Seilekop. Saat ini, area tersebut sudah bersih dan telah dipasang garis pembatas larangan membuang sampah untuk mencegah warga kembali membuang sampah di tempat yang sama.

Baca Juga: Lurah Seibinti Koordinasi dengan RT/RW Cari Pelaku Pembuang Sampah Sembarangan

Meski demikian, masih ada beberapa titik yang terlihat ada penumpukan sampah meskipun jumlahnya mulai berkurang. Salah satunya adalah pinggir jalan menuju galangan kapal Seilekop. Kondisinya kini lebih bersih dibandingkan sebelumnya, meskipun tim kebersihan masih harus terus bekerja untuk mengatasinya.

Selain itu, kawasan Candi Bantar Sei Binti juga mengalami penurunan jumlah sampah yang cukup signifikan. Namun, tumpukan sampah masih ditemukan di beberapa titik, sehingga upaya pembersihan terus dilakukan oleh petugas kebersihan di lapangan.

Armada pengangkut sampah masih bekerja ekstra hingga Selasa (18/3) siang untuk mengatasi masalah ini. Lurah Sei Binti, Jamil, mengakui bahwa TPS di daerahnya melayani enam kelurahan, sehingga beban pengelolaan sampah cukup berat.
Namun, pihaknya bersama satgas kebersihan tetap berusaha semaksimal mungkin agar permasalahan sampah ini dapat diselesaikan dengan baik.

Salah satu kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah jumlah armada pengangkut sampah yang masih belum mencukupi. Saat ini, Kecamatan Sagulung hanya memiliki sekitar 18 mobil pick-up dan beberapa becak motor sebagai armada pengangkut sampah. Selain itu, jumlah truk pengangkut sampah dari TPS ke TPA juga masih sangat terbatas.

Baca Juga: Kejar Target Rp18 Miliar, Dishub Maksimalkan Pendapatan dari Sektor Parkir

“Harusnya armada pengangkut ditambah karena penduduk di sini sangat padat. Kami di lapangan masih kesulitan, karena begitu satu lokasi dibersihkan, tempat lain sudah kembali menumpuk. Ini yang harus diperhatikan lebih lanjut,” ujar salah satu petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, Camat Sagulung, M. Hafiz Rozie, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Ia meminta warga tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di pinggir jalan, demi menjaga lingkungan yang bersih dan sehat.

“Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan kita. Kota yang bersih dimulai dari kesadaran masing-masing warga,” tegasnya. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update