Minggu, 25 Januari 2026

Investasi Baru di Batam Berpotensi Ciptakan 7.500 Lapangan Kerja

Penanaman Modal Asing Masuk ke Kawasan Industri Tunas Prima

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Di tengah melemahnya berbagai indikator perekonomian, sejumlah investor asing masih menaruh minat besar mendirikan pabrik baru di Batam. Salah satunya di Kawasan Industri Tunas Prima, Kabil. Di kawasan industri yang dibangun pada 2023 itu, saat ini terdapat empat perusahaan besar yang dipastikan akan segera beroperasi pada 2025.

Kehadiran investasi asing ini memperkuat posisi sektor manufaktur sebagai penggerak utama ekonomi Kota Batam, memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Beberapa investasi di Kawasan Industri Tunas Prima yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat bergerak di bidang manufaktur elektronik.

Saat ini, persiapan operasional sedang berlangsung dan diperkirakan akan membutuhkan sekitar 2.500 tenaga kerja pada 2025 serta tambahan 5.000 tenaga kerja pada 2026.

Perihal keberadaan salah satu investor baru itu pernah disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani, Januari lalu. “Ini adalah tahap awal, bisa ciptakan lapangan pekerjaan 2.000 orang,” ungkap Rosan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan jika rekrutmen tenaga kerja di Kawasan Industri Tunas Prima bisa terealisasi, hal ini akan berdampak signifikan pada pengurangan jumlah pencari kerja di Batam, yang terus meningkat.

Saat ini, kata dia, tercatat ada sekitar 17.000 tenaga kerja aktif yang sedang mencari pekerjaan, mulai dari lulusan SMA, perguruan tinggi, hingga jenjang S2.

“Kita masih memiliki surplus pencari kerja dari tahun sebelumnya dan tahun berjalan saat ini. Oleh karena itu, kami berharap perekrutan tenaga kerja di Kawasan Industri Tunas Prima dapat mengutamakan tenaga kerja lokal, baik dari Batam maupun daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Rudi, Jumat (21/3).

Menurut Rudi, kondisi industri di Indonesia saat ini cenderung stagnan, sehingga Batam harus mampu menarik lebih banyak investasi untuk terus tumbuh dan berkembang. Ia menambahkan, sejumlah perusahaan di Batam juga tengah bersiap untuk melakukan perekrutan tenaga kerja dalam waktu dekat.

“Beberapa perusahaan di Batam akan segera merekrut tenaga kerja. Dengan adanya surplus pencari kerja di Batam, kami harapkan kebutuhan industri yang ada bisa terpenuhi,” katanya.

“Dengan adanya informasi bahwa Kawasan Industri Tunas Prima akan membuka lowongan kerja, tentu ini sangat membantu dalam penyerapan tenaga kerja lokal di Batam,” tambahnya.

Disnaker Batam menegaskan bahwa perekrutan tenaga kerja di Batam harus mengutamakan tenaga kerja lokal sebelum membuka peluang bagi pekerja dari luar daerah. Rudi mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh dalam proses rekrutmen, termasuk berkoordinasi dengan lembaga penempatan tenaga kerja.

“Kami berharap ada peran serta dari semua pihak, baik dari Disnaker sendiri, lembaga penempatan tenaga kerja lokal, maupun perusahaan. Jika memang tenaga kerja di Batam masih belum mencukupi, barulah kita merekrut dari luar daerah sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” jelasnya.

Untuk memastikan proses perekrutan berjalan efektif, Disnaker Batam telah memiliki 10 petugas pengantar kerja yang siap membantu perusahaan dalam mencari tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kami siap berkolaborasi dengan perusahaan di Kawasan Industri Tunas Prima. Apa pun kebutuhan mereka, kami siap mendukung, termasuk dalam menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Rudi.

Ia juga menyatakan sistem perekrutan tenaga kerja ke depan akan lebih transparan dan sesuai regulasi pemerintah pusat. Perusahaan diwajibkan mengumumkan lowongan kerja melalui platform nasional seperti Siap Kerja atau langsung melalui Disnaker, sehingga semua pencari kerja memiliki kesempatan yang sama.

Dengan masuknya investasi asing yang berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru, Batam semakin memperkuat posisinya sebagai pusat industri yang kompetitif di Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang baru bagi tenaga kerja lokal. (*)

Reporter: Rengga

Update