Rabu, 11 Februari 2026

Investasi Rp1 Triliun, Gas Natuna Bakal Topang Listrik Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seremoni peletakan batu pertama pembangunan pipa gas dari West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping, pada Selasa (10/2).

batampos – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi memulai pembangunan pipa gas dari West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping, Kepulauan Riau, melalui seremoni peletakan batu pertama, pada Selasa (10/2).

Proyek senilai sekitar Rp1 triliun itu dirancang untuk memperkuat pasokan gas sekaligus menjaga keandalan listrik di Batam dan wilayah Kepri yang pertumbuhan energinya terus meningkat.

Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyambut dimulainya pembangunan infrastruktur energi tersebut. Ia menyampaikan, kebutuhan listrik Batam tumbuh sekitar 15 persen per tahun, seiring realisasi investasi yang pada 2025 mencapai Rp69,3 triliun atau naik 11,5 persen dibanding tahun sebelumnya.


Kondisi itu, menurutnya, menuntut kesiapan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan. “Karena itu, keandalan pasokan energi menjadi kunci. Proyek ini menjadi terobosan strategis bagi masa depan Batam,” katanya.

Baca Juga: Limbah B3 Cemari Perairan Dangas, Polda Kepri Panggil Dua Perusahaan

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyebut, bahwa pipa gas WNTS-Pemping disiapkan sebagai jawaban atas kebutuhan energi Batam yang terus berkembang, terutama untuk menopang aktivitas industri. Selama ini, sebagian besar aliran gas dari Natuna lebih banyak diekspor ke Singapura melalui jaringan pipa yang telah ada.

“Ke depan kebutuhan listrik Batam akan semakin besar dan sumbernya berbasis gas. Selama ini pasokan gas banyak mengalir ke Singapura, dengan pipa ini gas dapat dialirkan terlebih dahulu ke Batam untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata dia.

Proyek tersebut diinisiasi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 31 Januari 2026 dan akan dilaksanakan secara bertahap. Pada fase awal, pipa ditargetkan mampu menyalurkan sekitar 33 juta standar kaki kubik per hari. Kapasitas itu kemudian akan ditingkatkan hingga mencapai 111 BBtud dan diproyeksikan bertahan selama 11 tahun masa kontrak.

“Seluruh volume gas tersebut dialokasikan 100 persen untuk kebutuhan domestik. Ini dapat menjamin pasokan energi Batam setidaknya untuk 10 tahun ke depan,” ujarnya.

PLN EPI telah menyiapkan sejumlah tahapan awal, termasuk pengadaan long lead items, penunjukan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), serta penyelesaian dokumen perizinan lingkungan. Proyek ini juga terintegrasi dengan pengembangan Wilayah Kerja Duyung, menyusul penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara PLN EPI dan West Natuna Exploration Limited pada 11 Juli 2025 lalu.

Baca Juga: Krisis Air Mengintai

Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, mengatakan, gas merupakan pilihan energi yang paling realistis untuk Batam. Secara geografis, wilayah ini tidak memiliki sungai besar yang memungkinkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air dalam skala besar, sementara potensi gelombang laut dinilai terbatas.

“Batam tidak memiliki sungai besar untuk PLTA, potensi gelombang juga terbatas. Energi surya bisa dikembangkan di wilayah pesisir, namun gas tetap menjadi andalan utama. Apalagi pasokannya tersedia dari Natuna dan Sumatra,” ujarnya.

Proyek pipa Pemping sempat tertunda hampir satu dekade akibat persoalan pendanaan dan kepastian harga gas. Dengan adanya penugasan langsung kepada PLN EPI, pengerjaan kembali dilanjutkan dan saat ini progresnya telah mencapai sekitar 72 persen.

Di sisi lain, Kepala SKK Migas, Joko Siswanto, menyebut, kehadiran pipa WNTS-Pemping akan mengubah pola pemanfaatan gas Natuna yang sebelumnya lebih banyak berorientasi ekspor. Sekitar 111 BBtud gas direncanakan dialirkan ke PLN dalam kurun waktu 11 tahun.

“Dengan pipa ini, sekitar 111 BBtud gas Natuna akan disalurkan ke PLN selama 11 tahun. Gas dijadwalkan mulai mengalir bertahap, dengan target on stream pada 2027-2028, sehingga ketahanan energi nasional, khususnya di Batam, semakin kuat,” ujar Joko. (*)

ReporterArjuna

Update