Kamis, 26 Maret 2026

Investasi Wait and See, Ekonomi Batam Tetap Bertahan di Jalur Moderat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suyono Saputra. f istimewa

batampos – Kinerja sektor ekonomi Batam pada triwulan pertama 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif moderat. Di tengah tekanan eksternal global, sejumlah sektor masih bergerak dinamis, meski belum mencapai fase ekspansi penuh.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Batam, Suyono Saputra, menggambarkan kondisi ekonomi daerah ini belum mengalami pelemahan signifikan, namun juga belum berada pada titik pertumbuhan tinggi.

“Batam saat ini belum loyo, tapi juga belum booming penuh karena tekanan eksternal mulai terasa. Secara umum saya menilai Batam relatif tumbuh moderat, cenderung moncer terbatas atau uneven growth,” katanya, Rabu (25/3).

Sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi Batam. Aktivitas industri tetap berjalan, meski sangat bergantung pada dinamika pasar global, khususnya dari negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat, China, dan Eropa.

“Sektor manufaktur masih bergerak dan menjadi andalan. Namun, sektor ini sangat rentan terhadap kondisi global. Jika eskalasi konflik meluas, tentu akan berdampak terhadap permintaan dari negara tujuan ekspor,” katanya.

Selain manufaktur, sektor konstruksi dan properti juga menunjukkan geliat yang cukup kuat. Beberapa proyek pembangunan masih berlangsung ekspansif, didorong oleh permintaan domestik yang tetap tinggi.

“Sektor konstruksi dan properti masih ekspansif. Ini memanfaatkan demand yang cukup tinggi dari pasar domestik,” lanjutnya.

Di sisi lain, sektor jasa perdagangan turut menopang pertumbuhan ekonomi Batam. Tingkat konsumsi masyarakat yang relatif stabil menjadi salah satu motor penggerak aktivitas ekonomi lokal.

“Sektor jasa perdagangan juga bergerak. Konsumsi lokal yang cukup tinggi menjadi salah satu mesin pendorong pertumbuhan Batam,” ujar dia.

Suyono menilai, untuk menjaga stabilitas ekonomi, sektor manufaktur dan konstruksi perlu terus diperkuat sebagai penggerak utama. Sementara sektor pendukung seperti akomodasi, jasa perdagangan, pergudangan, hingga jasa keuangan berperan menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi.

Ia juga mengingatkan, bahwa tantangan global masih membayangi kinerja ekonomi Batam ke depan. Sejumlah faktor eksternal seperti memanasnya geopolitik antara Amerika Serikat dan China, konflik di Timur Tengah, tingginya suku bunga global, hingga perlambatan ekonomi China dan fragmentasi perdagangan dunia berpotensi memengaruhi arus investasi dan ekspor.

“Investasi tetap masuk, tapi cenderung wait and see. Aktivitas ekspor masih berjalan, namun tidak seagresif beberapa tahun terakhir,” katanya.(*)

UPDATE