
batampos– Minat investasi dari Korea Selatan kembali menyasar Kota Batam. Kali ini, investor asal Negeri Ginseng tertarik menanamkan modalnya di sektor pengolahan ulang limbah oli bekas (re-refine waste machinery oil), yang bakal menjadi industri pertama sejenis di Batam.
Calon investor asal Korea Selatan, Kim Junghyeon, menyampaikan langsung minatnya saat bertemu dengan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, pada Selasa (8/7) kemarin.
Investasi ini menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk menarik lebih banyak investor hijau dan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
BACA JUGA: Ekspor ke AS Tertekan, Kadin Batam Ingatkan Risiko PHK dan Investor Kabur
Kim menyebut, pihaknya berencana membangun fasilitas daur ulang oli mesin bekas yang akan diekspor kembali ke berbagai negara. Proyek ini akan dimulai dengan kebutuhan bahan baku sebesar 5 ton per hari.
“Kami sangat senang dapat menyampaikan langsung rencana investasi kami dan ternyata BP Batam menyambut baik rencana ini. Semoga kami segera menemukan kecocokan bahan baku di sini dan proses perizinan bisa berjalan lancar,” kata Kim.
Menanggapi hal itu, Fary Francis mengatakan dukungan penuh BP Batam terhadap investasi yang dinilai strategis tersebut.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BP Batam mendapat mandat untuk memajukan iklim investasi. Industri recycle minyak atau oli ini sangat menarik karena akan menjadi yang pertama di Batam,” kata dia.
BP Batam telah memiliki ekosistem yang mendukung berdirinya industri pengolahan limbah. Salah satunya adalah fasilitas Kawasan Pengelolaan Limbah Industri Bahan Berbahaya dan Beracun (KPLI-B3) yang sudah beroperasi sejak 1996.
Fasilitas KPLI-B3 ini berdiri di atas lahan seluas 20,4 hektare dan kini dihuni oleh 33 tenant aktif yang bergerak di pengelolaan limbah B3. Dengan dukungan perizinan lengkap, termasuk yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, BP Batam yakin proses pendirian industri ini bisa dipercepat.
“Kami siap mendampingi proses perizinan dan operasional sampai tuntas agar investasi ini bisa segera berjalan dan memberi kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Batam,” ujar Fary.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat eselon III dan IV di lingkungan BP Batam serta Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam. (*)
Reporter: Arjuna



