
batampos – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam pada tahun 2025 mencapai 83,80. Angka ini meningkat 0,48 poin atau 0,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 83,32. Capaian tersebut menegaskan bahwa pembangunan manusia di Batam terus menunjukkan tren positif.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan peningkatan IPM Batam tahun 2025 didorong oleh membaiknya seluruh dimensi penyusun IPM, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga standar hidup layak masyarakat.
“Pertumbuhan IPM Kota Batam tahun 2025 didukung oleh peningkatan ketiga dimensi penyusunnya, yakni dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, serta dimensi standar hidup layak,” ujar Eko, Selasa (6/1).
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir di Kota Batam pada tahun 2025 tercatat sebesar 75,54 tahun. Artinya, bayi yang lahir pada tahun 2025 diperkirakan dapat hidup hingga usia tersebut.
Angka ini meningkat 0,35 tahun atau 0,47 persen dibandingkan tahun 2024. Data UHH ini bersumber dari hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020).
Selama periode 2021 hingga 2025, UHH Kota Batam tercatat meningkat sebesar 0,78 tahun atau 1,04 persen, dari 74,76 tahun pada 2021 menjadi 75,54 tahun pada 2025. Peningkatan UHH tahun 2025 bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan tahunan UHH selama lima tahun terakhir yang sebesar 0,22 persen per tahun.
Sementara itu, pada dimensi pengetahuan, yang diukur melalui Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), juga menunjukkan tren peningkatan. HLS penduduk usia 7 tahun ke atas pada tahun 2025 tercatat 13,57 tahun, meningkat tipis 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kenaikan ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan HLS periode 2021–2025 yang mencapai 0,62 persen per tahun.
Untuk RLS penduduk usia 25 tahun ke atas, peningkatannya lebih signifikan. Pada tahun 2025, RLS Batam mencapai 11,34 tahun, naik 0,13 tahun atau 1,16 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan RLS selama periode 2021–2025 yang sebesar 0,36 persen per tahun.
Adapun dimensi standar hidup layak, yang direpresentasikan oleh rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun (disesuaikan), juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, pengeluaran riil per kapita masyarakat Batam tercatat mencapai Rp19.944.000 per tahun.
“Angka ini meningkat Rp276 ribu atau 1,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya,”kata Eko.
Meski demikian, kenaikan pengeluaran riil per kapita pada tahun 2025 masih lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan selama periode 2021–2025 yang mencapai 1,97 persen per tahun. Dalam lima tahun terakhir, pengeluaran riil per kapita masyarakat Batam telah meningkat sebesar Rp1.910.000.
Secara keseluruhan, BPS mencatat pembangunan manusia di Kota Batam terus mengalami kemajuan yang konsisten. Selama periode 2021–2025, IPM Batam rata-rata tumbuh 0,48 persen per tahun, dari 81,82 pada 2021 menjadi 83,80 pada 2025. IPM tahun 2025 juga tumbuh 2,42 persen dibandingkan tahun 2021.
“Peningkatan IPM Kota Batam tahun 2025 didukung oleh seluruh dimensi penyusunnya, baik kesehatan, pendidikan, maupun standar hidup layak,” tutup Eko.(*)



