Senin, 26 Januari 2026

Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi. F. Antara

batampos – Kekhawatiran terkait dugaan kasus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) di Batam dipastikan mereda. Hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK) menyatakan pasien dewasa yang sebelumnya dirawat usai pulang umrah dinyatakan negatif MERS-CoV.

“Spesimen sudah diperiksa dan hasil laboratorium telah keluar dengan hasil negatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (23/1).

Pemeriksaan dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK). Berdasarkan data yang diterima Dinkes Batam, spesimen pasien diperiksa pada 19 Januari 2026 dan hasilnya keluar pada hari yang sama.

Baca Juga: Kebakaran Dekat Landasan Pacu Bandara Hang Nadim Batam, Operasional Tetap Aman

Jenis spesimen yang diuji meliputi swab orofaring dan sputum. Seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan negatif MERS-CoV dan telah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Kota Batam.

Pasien sebelumnya dirawat di rumah sakit setelah mengalami gangguan pernapasan sepulang dari Timur Tengah usai menunaikan ibadah umrah. Riwayat perjalanan tersebut sempat membuat tenaga kesehatan menetapkan pasien sebagai suspek MERS, mengingat penyakit ini endemik di kawasan Timur Tengah.

Didi menjelaskan, MERS berbeda dengan influenza A maupun COVID-19. Penyakit ini merupakan infeksi saluran pernapasan berat yang disebabkan oleh virus corona jenis MERS-CoV.

“MERS bukan super flu dan bukan COVID-19. Ini infeksi paru atau pneumonia berat akibat virus corona jenis MERS-CoV,” jelasnya.

Ia menambahkan, MERS pertama kali teridentifikasi pada 2012 di Timur Tengah dengan gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi gagal napas dengan tingkat kematian relatif tinggi.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Meski hasil pemeriksaan pasien dinyatakan negatif, Didi mengimbau masyarakat tetap waspada. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan berat, terutama yang disertai demam tinggi dan sesak napas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik berlebihan terhadap isu MERS-CoV maupun super flu, namun tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggunakan masker saat mengalami flu dan berinteraksi dengan orang lain.

“Sejauh ini, Batam masih aman dari sebaran MERS-CoV maupun super flu,” pungkas Didi. (*)

Update