Selasa, 13 Januari 2026

Iuran Dibayar, Sampah Tak Diangkut: Keluhan Warga Baloi Permai

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tumpukan sampah di Jalan Pemuda Baloi Permai. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Persoalan sampah di Kota Batam kembali menuai sorotan. Kali ini keluhan datang dari warga Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Batam Kota, yang resah dengan tumpukan sampah liar di Jalan Pemuda Baloi Permai. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pantauan Batam Pos, Sabtu (20/12) siang, tumpukan sampah tampak berserakan di pinggir jalan. Selain merusak estetika kawasan, bau menyengat dari sampah yang membusuk juga mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Ironisnya, di lokasi tersebut telah terpasang spanduk bertuliskan “Dilarang Membuang Sampah di Sini” yang dipasang oleh RW 013 dan RW 003 Baloi Permai. Namun tepat di samping spanduk itu, sampah justru menumpuk tanpa penanganan.

Baca Juga: Tumpukan Sampah Mengular di Jalan Dekat Kawasan Industri Sekupang, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Arsyad, salah seorang warga Baloi Permai, mengungkapkan bahwa persoalan sampah di lokasi tersebut telah berlangsung lama dan belum mendapat solusi konkret dari pemerintah.

“Spanduk sudah dipasang, tapi tetap saja warga buang sampah di sini. Pemerintah jangan hanya fokus mengurus ekonomi, tapi lingkungan juga jangan diabaikan,” tegas Arsyad.

Menurutnya, akar persoalan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada warga. Minimnya armada pengangkut sampah yang masuk ke kawasan permukiman membuat warga kebingungan. Selain itu, tidak tersedianya tempat pembuangan sementara (TPS) yang memadai semakin memperparah kondisi.

“Mobil pengangkut sampah jarang masuk. Akhirnya warga bingung mau buang ke mana. Sampah ini sudah sekitar tiga sampai empat bulan dibiarkan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Nur Aini, warga lainnya. Ia menyebutkan, warga di perumahannya rutin membayar iuran sampah, namun pelayanan pengangkutan tidak berjalan maksimal.

“Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan warga. Iuran sampah tetap dibayar, tapi mobil pengangkut jarang datang. Dari pada sampah menumpuk di rumah dan bikin sakit, sebagian warga terpaksa buang di pinggir jalan,” kata Nur Aini.

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar imbauan atau larangan yang tidak diiringi pengawasan dan pelayanan yang memadai.

“Kami tidak butuh janji. Kami butuh tindakan. Ini soal kesehatan dan lingkungan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Batam Pos telah berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozi, terkait keluhan warga Baloi Permai. Namun, belum ada tanggapan yang diberikan. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update