batampos – Perubahan gaya hidup mendorong masyarakat mengubah cara mengonsumsi air. Air tidak lagi hanya direbus lalu dituang ke dalam gelas. Air kemasan kini semakin diminati pasar. Sebutannya pun beragam, seperti still water, sparkling water, mineral water, demineral water, dan lain-lain. Padahal, pada dasarnya semuanya adalah air putih.
Fenomena ini menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun mulai melirik sektor ini, bukan semata sebagai peluang usaha, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan identitas daerah.
Indonesia Water Academy (IWA) kembali menegaskan perannya dalam peningkatan kompetensi sektor air minum nasional melalui penyelenggaraan IWA Public Workshop Batch November 2025 bertema “Strategi Produksi dan Pemasaran Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bagi PDAM”. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 24–25 November 2025, di AP Premier Batam.
Workshop tersebut diikuti perwakilan PDAM dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara yang tengah mempersiapkan pengembangan unit usaha AMDK sebagai bagian dari diversifikasi layanan sekaligus upaya meningkatkan pendapatan daerah.

Salah satu pemateri, Roza Fithriana Azhar, membuka wawasan peserta tentang langkah awal memulai usaha AMDK. Ia menekankan pentingnya penerapan konsep PDCA (Plan, Do, Check, Action).
“Visi dan misi harus jelas,” tegas Roza, sarjana Teknik Kimia lulusan UPN Veteran Yogyakarta yang telah malang melintang di dunia bisnis air. “Visi adalah tujuan yang ingin dicapai, sedangkan misi adalah kendaraan untuk menuju ke sana. PDCA adalah jalan yang harus disiapkan PDAM jika ingin memasuki dunia AMDK,” ujarnya.
Para peserta pelatihan pun mengaku telah memiliki niat kuat untuk melangkah ke bisnis tersebut.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari peluang bisnis dan tren industri AMDK, standar mutu dan dasar mikrobiologi, teknologi produksi dan pengendalian kualitas, efisiensi biaya, hingga strategi pemasaran, branding, distribusi, serta penyusunan roadmap bisnis yang dapat langsung diterapkan di masing-masing PDAM. Materi disampaikan oleh para trainer berpengalaman yang selama ini terlibat langsung dalam industri air minum dan pengembangan bisnis AMDK di Indonesia.
Direktur Indonesia Water Academy, Ir. Daniel Noviandy, ST, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan respons atas meningkatnya minat PDAM untuk terjun ke bisnis AMDK, namun masih membutuhkan pendampingan yang terstruktur, baik dari sisi teknis, operasional, maupun manajerial.
“IWA konsisten menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan aktual PDAM. Pelatihan ini tidak hanya membahas aspek teknis produksi, tetapi juga bagaimana membangun bisnis AMDK yang efisien dan berdaya saing,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Eldiansyah, S.E., Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Benuanta Kabupaten Bulungan, menyebut pelatihan ini sangat membantu PDAM dalam memahami proses bisnis AMDK secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.
“Daerah kami memiliki potensi sumber air yang besar. Karena itu, saya membawa Kepala AMDK agar kami bisa belajar bersama dan menyamakan persepsi. Kami membutuhkan arahan jelas untuk memulai dan mengelola bisnis AMDK secara profesional. Pelatihan ini memberikan pemahaman tentang standar mutu, efisiensi produksi, dan strategi pemasaran yang bisa langsung diterapkan di daerah,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Edy Dyufriadi, ST, Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur. Menurutnya, pelatihan ini memberikan gambaran menyeluruh terkait kesiapan teknis yang harus dipenuhi sebelum memasuki bisnis AMDK.
“Pemahaman mengenai kualitas sumber air, perencanaan kapasitas produksi, hingga kebutuhan infrastruktur menjadi poin penting yang relevan untuk dijadikan acuan dalam pengembangan unit usaha,” ujarnya.
Sebagai lembaga pelatihan dan pusat pengembangan kapasitas, IWA dikenal memiliki pendekatan berbasis kebutuhan lapangan dengan metode pembelajaran yang aplikatif. Keunggulan IWA meliputi program yang dirancang oleh para ahli sektor air minum, dukungan konsultasi profesional, serta jejaring praktisi dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui pelatihan ini, IWA berharap para peserta dapat segera merumuskan langkah strategis untuk mengembangkan usaha AMDK di wilayah masing-masing. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan perusahaan, penguatan kompetensi ini juga diharapkan mendukung ketersediaan air minum berkualitas bagi masyarakat.
IWA menegaskan komitmennya untuk terus memperluas program pelatihan serupa bagi PDAM di seluruh Indonesia, sejalan dengan misinya sebagai Center of Excellence dalam peningkatan kualitas pengelolaan dan pengembangan bisnis sektor air minum.
PDAM maupun perusahaan pelayanan publik lainnya yang ingin berkolaborasi dengan IWA dapat menghubungi Contact Center IWA di 0852-7855-4465 (IVAN – IWA Assistant) atau mengunjungi laman www.indonesiawateracademy.com (*)



