Jumat, 9 Januari 2026

Jalan Licin Akibat Cut and Fill, Pengendara Jatuh hingga Patah Kaki di Tengku Sulung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Pengendara roda dua dan empat saat melintasi Jalan Tengku Sulung. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tengku Sulung, tepatnya di Perumahan Taman Raya Tahap III, dekat Botania 1 dan Taras. Pengendara sepeda motor kerap berjatuhan akibat kondisi jalan yang licin dan berdebu dampak aktivitas cut and fill oleh pihak pengembang.

Pada Rabu (7/1), seorang pengendara terjatuh akibat jalan licin hingga mengalami patah kaki. Kondisi tersebut disebabkan aktivitas cut and fill yang membuat jalan berdebu saat cuaca panas dan licin ketika hujan.

Rahman Yasir, Ketua Tengku Sulung Squad (Forum Peduli Jalan Tengku Sulung yang terdiri dari 20 RW), mengaku kecelakaan di lokasi tersebut kerap terjadi, mulai dari kecelakaan beruntun, kecelakaan mobil, hingga pengendara motor terjatuh.

“Ada ibu-ibu yang jatuh dari motor sampai patah kaki. Kemudian dibawa ke rumah sakit, dan biaya pengobatan sudah diganti oleh pihak pengembang,” kata Rahman.

Baca Juga: Sidang Kebakaran Kapal Federal II: Saksi Ungkap Sumber Api dan Proses Evakuasi

Kegiatan cut and fill di Taman Raya Tahap III diketahui sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Pada 3 September 2025, aktivitas tersebut sempat dihentikan warga karena tanah hasil timbunan dibuang ke Taman Raya Tahap II A.

Penimbunan itu menimbulkan kekhawatiran warga karena dikhawatirkan memperparah banjir di Taman Raya Tahap II A yang selama ini memang kerap dilanda banjir.

“Selain itu, jalan yang berdebu saat panas dan licin saat hujan menjadi pemicu kecelakaan,” ujarnya.

Selanjutnya, pada 30 Desember 2025, aktivitas cut and fill kembali beroperasi dan sempat terjadi cekcok dengan Rahman selaku Ketua RT 003 RW 024 Taman Raya Tahap III.

“Kemudian kami berdamai dan dipanggil pihak kelurahan untuk membuat perjanjian. Jika ingin melanjutkan pekerjaan, jalan harus dibersihkan dan tidak menyisakan bekas,” katanya.

Namun, pada 6 Januari 2026, aktivitas cut and fill kembali berlangsung hingga lewat tengah malam. Keesokan paginya, Rabu (7/1) sekitar pukul 07.00 WIB, bekas tanah di jalan belum dibersihkan. Kondisi tersebut diperparah dengan gerimis yang membuat jalan semakin licin.

Baca Juga: Pemko Batam Perkuat Identitas Melayu Lewat Regulasi, Infrastruktur, hingga Taman Budaya

“Puluhan warga yang melintas menjadi korban kecelakaan, ada yang patah kaki hingga terjadi kecelakaan beruntun,” ujar Rahman.

Rahman menambahkan, informasi terbaru yang diterima pihaknya menyebutkan beberapa korban telah melapor ke pihak pengembang dan sudah mendapatkan ganti rugi biaya pengobatan.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak pemerintah telah menengahi persoalan ini. Lurah Belian telah memanggil seluruh pihak dan membuat perjanjian sebelum aktivitas dilanjutkan, namun perjanjian tersebut kembali dilanggar oleh pihak pengembang. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update