
batampos – Proyek pelebaran Jalan R Suprapto Batuaji semakin digesa. Pemko Batam menargetkan pengerjaan harus rampung sebelum akhir tahun. Pengerjaan saat ini dimulai di simpang Taman Makam Pahlawan (TMP) Bulan Gebang hingga ke depan Pasar Melayu, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batuaji.
Pengerjaan sudah berjalan separuh dan akan dilanjutkan mulai dari depan Perumahan Puskopkar Batuaji hingga ke Pasar Melayu. Di lapangan pekerja berhadapan dengan pemilik kios dan bangunan liar yang masih berdiri di sepanjang row jalan yang akan dilebarkan tersebut.
Baca Juga: Waspada Banjir Rob Akibat Super Blue Moon di Wilayah Pesisir Kepri
Untuk kelancaran proyek pelebaran jalan ini, Tim Terpadu Kota Batam akhirnya turun ke lapangan, Rabu (30/8) pagi. Selain mengukur kembali row jalan yang akan dilebarkan, tim ini juga kembali mengingatkan pemilik bangunan dan kios yang ada di sepanjang row jalan untuk segera mengosongkan dan bongkar bangunan mereka. Proyek pelebaran akan segera dilanjutkan sampai ke simpang Basecamp.
“Surat peringatan sudah disampaikan sebelum HUT Kemerdekaan RI. Jadi kita minta bangunan di sepanjang row jalan ini segera dikosongkan dan dibongkar. Ini untuk proyek pelebaran jalan,” ujar Kasat Pol PP kota Batam Imam Tohari.
Bangunan yang harus dikosongkan dari pinggir jalan ini adalah bangunan yang berdiri di row 18 meter. Jalan tersebut akan dilebarkan dan dilengkapi dengan sistem drainase yang sesuai dan harus memakan lahan lebarnya 18 meter dari pinggiran aspal yang ada saat ini.
Baca Juga: Suplai Air Berhenti Total, Warga Batam Beli Air Galon dan Mengungsi ke Hotel
Pantauan di lapangan, pelaksanaan pengukuran ulang dan peringatan kepada pemilik bangunan di row jalan ini berjalan aman da tertib. Meskipun ada keberatan dari pemilik bangunan, tim tetap memberikan peringatan untuk segera dikosongkan sebab ini untuk pelebaran ruas jalan.
Julian, seorang pemilik kios di lokasi pengukuran mengaku keberatan dengan penertiban itu namun dia tetap legowo karena proyek pelebaran jalan ini untuk kepentingan bersama.
“Berat sih sebenarnya karena ini tempat cari makan saya. Semoga ada lokasi penggantinya nanti, ” ujarnya. (*)
Reporter: Eusebius Sara



