
batampos – Kondisi jalan rusak di kawasan Sei Ladi dari arah Laluan Madani, kian mengkhawatirkan. Lubang besar yang menganga di badan jalan dikabarkan telah memakan korban setelah seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal akibat terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lubang jalan itu berada di tengah jalur dan semakin melebar dalam beberapa hari terakhir. Pada malam hari, kondisi ini semakin berbahaya lantaran minimnya penerangan di sekitar lokasi.
Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan lubang besar tersebut menyebabkan kendaraan melambat dan mengular. Sejumlah pengendara tampak harus menghindar secara mendadak untuk menghindari lubang, sehingga memicu potensi kecelakaan beruntun.
Asrul, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku was-was setiap kali melewati jalur Sei Ladi.
“Lubangnya cukup dalam dan posisinya di tengah jalan. Kalau tidak hafal atau kurang waspada, bisa langsung terperosok. Apalagi malam hari gelap, sangat berbahaya untuk pengendara motor,” kata dia, Minggu (1/2/2026).
Ia berharap, pemerintah segera menuntaskan perbaikan agar tidak ada lagi korban berikutnya. “Jangan sampai menunggu korban bertambah. Minimal diberi tanda atau penerangan sementara supaya pengendara bisa lebih hati-hati,” tambahnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, menyampaikan bahwa perbaikan tengah dilakukan.
“Saat ini masih dalam proses pemadatan, mudah-mudahan bisa segera rampung. Kami juga bekerja sama dengan BP Batam dalam melakukan pemeliharaan jalan di seluruh Kota Batam,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama pengendara sepeda motor, hingga proses perbaikan benar-benar selesai.
“Kami mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati saat melintasi jalur Sei Ladi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebelum perbaikan jalan benar-benar selesai,” kata dia. (*)



