Kamis, 12 Februari 2026

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Kecelakaan Kembali Terjadi di Seibeduk

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rusak dan berlubang, Jalan S Parman di kawasan Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, kembali memakan korban. Terjadi kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan mobil. F. Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Kondisi Jalan S Parman di kawasan Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, kembali memakan korban. Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor dan mobil terjadi akibat pengemudi mobil mengerem mendadak untuk menghindari lubang besar di badan jalan, Senin (10/2).

Insiden itu terjadi ketika sebuah mobil yang melaju dari arah Piayu tiba-tiba mengurangi kecepatan secara drastis karena lubang menganga di tengah jalan. Pengendara sepeda motor yang berada tepat di belakangnya tidak sempat menghindar hingga akhirnya terjadi tabrakan.

Saksi mata, Ardiono, menuturkan kerusakan jalan di kawasan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Namun hingga kini belum ada perbaikan signifikan dari pihak berwenang.


baca Juga: Awasi THR Pekerja, Pemko Batam Buka Posko Pengaduan

“Jalan Piayu ini kondisinya sudah lama rusak parah. Hampir tiap minggu ada saja pengendara yang jatuh, apalagi malam hari,” ujarnya.

Menurut Ardiono, lubang-lubang di sepanjang jalan sulit terlihat saat kondisi gelap. Risiko kecelakaan semakin besar ketika pengendara kelelahan sepulang bekerja.

“Kalau sudah capek pulang kerja, fokus berkurang. Ketemu lubang besar, ya pasti rawan jatuh,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sumardi, warga setempat. Ia menyebut laporan kerusakan jalan sudah berulang kali disampaikan ke instansi terkait, namun belum mendapat respons konkret.

Sebagai bentuk peringatan darurat, warga bahkan menanam pohon pisang di tengah lubang jalan agar mudah terlihat pengendara.

Baca Juga: Batam ASRI Bergerak Serentak, Sampah hingga Eceng Gondok Duriangkang Disasar

“Daripada ada korban lagi, kami tanam pohon pisang supaya pengendara tahu itu lubang,” ujarnya.

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Batam segera memperbaiki Jalan S Parman. Selain menjadi jalur utama menuju kawasan industri dan permukiman, jalan tersebut setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

“Jangan tunggu korban bertambah. Jalan ini akses penting warga,” tutup Sumardi. (*)

Update