
batampos – Maraknya aksi pencurian kabel penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang Jalan S. Parman, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, membuat akses utama tersebut gelap gulita saat malam hari. Kondisi ini menambah risiko kecelakaan dan tindak kejahatan bagi masyarakat yang melintasi jalur vital ini. Terutama para pekerja pabrik yang sering pulang malam.
Kepala Seksi Penanganan PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Gatot Marwanto, membenarkan bahwa padamnya lampu di kawasan tersebut bukan semata karena gangguan teknis, melainkan ulah pencuri yang memotong kabel panel PJU.
“Terakhir terjadi di depan pintu lima Mukakuning, kabel dipotong dan lampu langsung tidak berfungsi,” ungkapnya, Jumat (13/6).
Baca Juga: Terdakwa Direkrut Lewat Medsos untuk Operasikan Judi Online
Pihak dinas mengaku telah menurunkan petugas untuk melakukan perbaikan di sejumlah titik dan menghidupkan kembali PJU yang padam. Namun, Gatot menyebut aksi pencurian tersebut semakin sering terjadi dan menyulitkan pemeliharaan fasilitas penerangan.
“Kami rutin patroli, tapi maling selalu punya cara. Maka kami butuh dukungan masyarakat untuk mengawasi bersama-sama,” katanya.
Jalan S. Parman sendiri merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Seibeduk menuju kawasan industri Mukakuning. Jalan ini sangat padat pada malam hari karena banyaknya pekerja pabrik yang menjalani shift malam. Dengan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang, ketiadaan lampu jalan membuat pengguna rawan celaka.
Anita, salah seorang warga, mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melewati jalan tersebut. “Sering padam. Kalau malam, gelap sekali. Apalagi jalannya rusak. Sangat berbahaya kalau tidak ada penerangan. Sudah seperti ini berbulan-bulan,” keluhnya.
Tidak hanya soal keselamatan berkendara, warga juga resah dengan potensi meningkatnya aksi kejahatan. “Saya sering pulang malam dari kerja. Sebagai perempuan pengendara motor, rasanya was-was terus. Lampu jalan mati, siapa saja bisa melakukan kejahatan di sana,” ujar seorang warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan langkah konkret untuk mencegah pencurian kabel PJU, termasuk mempertimbangkan sistem penerangan yang lebih aman, seperti penggunaan kabel bawah tanah atau teknologi tanpa kabel terbuka.
“Kalau bisa jangan hanya diperbaiki terus, tapi dibuat supaya tidak mudah dicuri,” ujar Yanti, warga Kampung Bagan.
Baca Juga: Salat Jumat Perdana Digelar di Mall Park Avenue
Menanggapi hal itu, Gatot menyatakan pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan petugas keamanan di sekitar lokasi, serta mempercepat proses perbaikan pada titik-titik lampu yang padam. Dinas juga tengah mengkaji sistem pengamanan kabel agar insiden pencurian tidak terus berulang.
Dengan dimulainya proses perbaikan dan komitmen pengawasan bersama, masyarakat berharap kondisi penerangan jalan bisa kembali normal. Jalan terang tak hanya soal kenyamanan, tapi juga menyangkut keselamatan dan keamanan seluruh warga pengguna jalan. (*)
Reporter: Eusebius Sara



