
batampos – Sejumlah masyarakat Kelurahan Sambau kecewa dengan proses pembangunan jalan penghubung Kelurahan Sambau dan Kelurahan Batubesar, Kecamatan Nongsa. Proses pengerjaan dinilai lambat dan kontraktor dinilai lebih memprioritaskan jalan lain, yakni Jalan Dang Merdu.
Padahal kondisi jalan tanah tersebut sudah sangat dinanti masyarakat. Namun hingga kini, kontraktor masih melakukan proses penimbunan dan perataan tanah saja.
Mirisnya, saat hujan turun, kondisi jalan tersebut semakin parah dan hancur. Banyak pengendara bertumbangan di jalan tanah yang licin berlumpur akibat penimbunan tanah baru.
Tika, warga Nongsa mempertanyakan kenapa kontraktor lebih memilih mendahulukan pengerjaan jalan tanah depan BMC atau Jalan Dang Merdu. Padahal jalan tersebut belum terlalu dibutuhkan oleh pengendara karena ada akses jalan satunya yang masih mulus.
“Nah, jalan yang paling dibutuhkan malah belum dikerjakan. Bulan lalu saya lihat ada pondasi yang sudah dirangkai. Saya pikir untuk jalan tanah ini, ternyata bukan,” jelasnya.
Menurut dia, harusnya kontraktor mengerjakan jalan yang memang paling dibutuhkan. Sehingga pembangunannya bisa dirasakan masyarakat.
“Sampai saat ini kami masih was-was kalau hujan. Pernah kondisinya hancur banget dan banyak pengendara roda dua jatuh,” ungkap Tika.
Hal senada dijatakan Ita, warga lainnya yang juga berharap jalan tanah tersebut segera dibangun. Sebab, jalan tersebut sudah menjadi akses utama, setiap hari banyak orang tua yang lalu lalang mengantar anak ke sekolah.
“Banyangkan kondisi seperti itu, debu kalau panas dan berlumpur kalau hujan. Entah kapan mulai diaspal, ” tanyanya.
Dikatakannya, sudah hampir setiap saat jalan tersebut ditimbun, kemudian diratakan. Namun tak juga ada pembetonan atau pengaspalan.
“Ada ditimbun, cuma tak diaspal aspal. Sudah seperti kena PHP, padahal sudah 3 bulan lebih,” jelas Ita.
Sementara, Camat Nongsa Afrandi belum bisa dikonfirmasi terkait proses pembangunan jalan.
Diketahui, Pemerintah Kota Batam merealisasikan keluhan masyarakat terkait pembangunan jalan tanah penghubung Kelurahan Sambau dan Batubesar. Jalan sepanjang kurang lebih 900 meter itu dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah(APBD) Kota Batam senilai Rp 7,72 miliar.
Tender proyek pengerjaan jalan tersebut dimenangkan CV Raja Arta Suma, yang melalui websitenya beralamat di Bengkong Laut. Kontrak kerjasama pembangunan jalan sudah dilakukan sejak 6 April, hal itu terlihat dari plang di pinggir jalan tanah yang akan dibangun. Masa pelaksanaan proyek selama 210 hari kelender atau 7 bulan. Yang artinya, pembangunan jalan tanah itu akan tuntas sekitar bulan November mendatang. (*)
Reporter : Yashinta



