
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam memaparkan hasil studi kelayakan pembukaan jalur Roro Batam – Johor kepada para pemangku kepentingan dalam forum Management Expose yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (22/7).
Kegiatan ini dihadiri lebih dari 40 peserta dari kementerian dan lembaga terkait. Hadir juga Konsulat Jenderal RI Johor Bahru serta mitra kajian dari Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, mengatakan, pembukaan jalur Roro ini menjadi salah satu agenda strategis nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Batam ditargetkan menjadi role model pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya dengan menangkap peluang dari pembukaan jalur Roro ke Johor,” kata Fary yang hadir mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Fary menyebut, melalui forum ini BP Batam ingin menyampaikan gambaran utuh terkait kelayakan proyek tersebut. Hasil studi menunjukkan proyek ini layak dari aspek teknis, finansial, lingkungan, hingga sosial.
“Expose ini menjadi ruang untuk menyampaikan hasil kajian secara menyeluruh, agar seluruh pihak memahami bahwa proyek ini memang layak dikembangkan,” jelasnya.
Kajian dilakukan oleh tim ahli dari PUSTRAL UGM yang melibatkan Prof. Nur Yuwono sebagai ketua tim, serta Ir. Ikaputra dan Ir. Dwi Ardianta Kurniawan.
Mereka menyimpulkan proyek ini memenuhi syarat kelayakan dari aspek pasar, hukum, operasional, dan manajemen risiko.
Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, turut menyatakan optimismenya atas rencana tersebut.
Meski masih ada sejumlah hal yang perlu ditindaklanjuti, seperti penyesuaian aturan dan kerja sama lintas negara, ia yakin proyek ini dapat segera direalisasikan.
“Secara infrastruktur dan operasional jalur ini layak. Tinggal pembenahan aturan dan koordinasi lanjutan antara Johor dan Batam,” ujar Sigit.
Ia berharap konektivitas ini akan membawa dampak positif bagi ekonomi dan pariwisata kedua wilayah. “Kami berharap proyek ini segera terwujud. Dampaknya akan sangat signifikan, terutama dari sisi perdagangan dan wisata,” kata Sigit.
Sejumlah pejabat turut hadir, seperti Asdep Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional Kemenko Perekonomian Bobby Chris Siagian, Koordinator Malaysia–Brunei Kemenlu Retno Supeni, serta jajaran deputi dan direktur di lingkungan BP Batam. (*)



