
batampos – Seorang wanita berinisial CP diduga menipu puluhan warga Batam dengan berbagai modus. Warga Sagulung tersebut disebut-sebut berhasil membawa kabur uang korban mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Salah seorang korban, Hana, mengatakan CP meminjam uang dengan menjaminkan dua unit mobil. Saat itu, pelaku mengaku membutuhkan uang karena orang tuanya sakit.
“Pelaku datang bersama temannya. Alasannya orang tuanya sakit dan butuh uang. Dia kasih jaminan dua mobil, lalu saya serahkan uang Rp60 juta,” ujar Hana, Jumat (10/4).
Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, CP sulit dihubungi dan kerap berpindah-pindah tempat. Belakangan, Hana baru mengetahui mobil yang dijadikan jaminan ternyata merupakan mobil rental.
Baca Juga: Serasa MTQ Nasional, Pembukaan MTQH XXXIV Kota Batam Dihadiri Ribuan Warga dan Berlangsung Meriah
Kasus itu terungkap setelah pemilik kendaraan datang mengambil mobil tersebut.
“Pemilik rental datang mengambil mobil. Terpaksa kami kasih, karena pelaku sudah tidak ada kabar,” katanya.
Hana menduga CP telah melakukan aksi serupa terhadap banyak orang. Bahkan, menurutnya, sudah ada belasan mobil rental yang ditarik kembali oleh pemiliknya dari tangan para korban.
“Korban yang saya kenal ada puluhan orang. Belasan mobil rental juga sudah dijemput pemiliknya,” ungkapnya.
Korban lainnya, Cristin, mengaku mengalami kerugian hingga Rp168 juta. Ia mengatakan awalnya CP meminjam uang dengan menyerahkan empat sertifikat ruko sebagai jaminan.
Cristin mengaku mengenal CP saat pelaku bekerja mengurus sertifikat. Saat itu, CP berdalih ingin membantu mantan suaminya melunasi utang.
“Saya kenal dia saat kerja jasa pengurusan sertifikat. Dia bilang sertifikat itu milik mantan suaminya dan mau bantu lunasi utang,” katanya.
Baca Juga: Aktivitas Cut and Fill di Duriangkang Dihentikan
Namun belakangan, Cristin mengetahui bahwa dana pinjaman yang dijanjikan tak pernah digunakan sebagaimana alasan awal. Ia baru menyadari menjadi korban setelah dihubungi pihak bank.
“Saya baru tahu setelah pihak bank menghubungi dan mengonfirmasi dana itu sebenarnya sudah dicairkan sejak lama,” ujarnya.
Cristin mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Barelang. Ia berharap pelaku segera diproses hukum agar tidak ada lagi korban berjatuhan.
“Kasus ini sudah saya laporkan dan sudah digelar di Polresta. Saya harap ada efek jera, karena korbannya banyak,” tutupnya. (*)



