Kamis, 12 Maret 2026

Jangan Lupa Saksikan, Tradisi Esktrem Pawai Tatung Pertama Kali Hadir di Kota Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira. Foto: Dinas Pariwisata Provinsi Kepri untuk Batam Pos

batampos – Pertama kali hadir di Batam dan Kepulauan Riau, tradisi ekstrem Pawai Tatung Dayak-Tionghoa yang akan digelar di Nagoya dan menjadi momen paling ditunggu warga serta wisatawan pada Minggu (13/11/2022) esok.

Tradisi Tatung merupakan salah satu tradisi langka yang berkembang di kawasan Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Tradisi Tatung atau yang kerap disebut sebagai Pawai Tatung adalah sebuah tradisi menusuk badan.

Baca Juga: Pariwisata Bangkit, Ekonomi Kepri Tumbuh 5,01 Persen

Event spektakuler ini diselenggarakan oleh Majlis Agama Buddha Tridharma Indonesia wilayah kepri,yang dipimpin oleh Susanto Theodolite.

Susanto menyebutkan, kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan bisnis Nagoya, yang nantinya akan menutup satu ruas jalan di samping Martabak Har.

“Ini adalah atraksi pemanggilan roh suci atau dewa untuk masuk ke badan orang-orang terpilih dijadikan alat komunikasi atau perantara antara roh leluhur atau dewa untuk pengobatan dan doa. Negara Makmur, Rakyat Sejahtera. Selain itu ada juga atraksi silat dan Reog,” katanya.

Baca Juga: Sektor Pariwisata di Batam Diyakini akan Pulih Lebih Cepat

Susanto menambahkan, Pawai Tatung 2022 ini menjadi atraksi baru sebagai magnet pariwisata di Kepri.

Event ini menjadi pilihan bagi wisatawan mancanegara (wisman), khususnya dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Perayaan ini akan dikuti puluhan peserta dan akan dintonton ribuan orang. Termasuk wisatawan Mancanegara khususnya Singapura, Malaysia dan India. Atraksi ini sudah sangat langka, biasanya ada di Singkawang atau Bangka Belitung, dan kini akan ada di Batam,” katanya lagi.

Baca Juga: HDCI Kepri-Batam Promosikan Pariwisata Kepri

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Luki Zaiman Prawira, sangat berterima kasih atas hadirnya kegiatan tersebut.

“Diharapkan bisa menambah daftar kegiatan kalender pariwisata di Kepri. Serta menjadi hiburan untuk masyarakat dan wisatawan,” ujar Luki.(*)

SALAM RAMADAN