
batampos – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang belakangan menjadi sorotan pasar dinilai tidak memiliki dampak langsung terhadap arus investasi di Batam.
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, bahwa dinamika pasar saham dan investasi riil di daerah merupakan dua hal yang berbeda secara mendasar.
“Tidak ada pengaruh langsung antara anjloknya IHSG dengan investasi yang masuk ke Batam. Ini dua hal yang berbeda,” katanya, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, investasi yang masuk ke pasar saham dikenal sebagai portofolio investment, sementara investasi yang masuk ke Batam dalam bentuk pembangunan pabrik, kawasan industri, dan ekspansi usaha tergolong Foreign Direct Investment (FDI). Keduanya memiliki karakteristik dan faktor penggerak yang tidak sama.
Menurut Rafki, portofolio investment sangat dipengaruhi faktor psikologis dan persepsi investor terhadap kondisi pasar. Fluktuasi sentimen, isu global, maupun dinamika politik dapat dengan cepat memengaruhi keputusan investor di bursa.
Sebaliknya, FDI lebih banyak ditentukan oleh faktor struktural, seperti kepastian regulasi, infrastruktur, stabilitas kebijakan, ketersediaan tenaga kerja, serta kemudahan perizinan.
“Kalau portofolio itu banyak dipengaruhi faktor psikologis dan persepsi investor. Sementara FDI lebih dipengaruhi faktor struktural,” kata dia.
Ia menambahkan, sektor-sektor industri di Batam juga tidak terlalu terpapar langsung oleh naik turunnya IHSG. Pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi di Batam masih terjaga dengan baik, seiring dengan upaya perbaikan iklim investasi yang terus dilakukan.
“Tidak ada tekanan ekonomi langsung ke ekonomi Batam akibat melemahnya IHSG tersebut,” ujar Rafki.
Ia menilai, pelemahan IHSG saat ini lebih bersifat sementara, dipicu oleh menurunnya kepercayaan sebagian investor terhadap pasar saham domestik. Namun, ia optimistis kondisi tersebut akan membaik seiring pulihnya kepercayaan pasar.
“Nanti setelah kepercayaan mereka kembali, maka IHSG tentunya akan membaik lagi. Jadi kita tidak perlu khawatir apalagi panik membaca terjadinya penurunan IHSG. Hal seperti ini sangat lumrah dan sudah sering terjadi,” katanya.(*)



