
batampos – Petugas kebersihan Bandara Internasional Hang Nadim Batam menemukan janin bayi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Bandara atau di sekitar area kargo bandara, Senin (13/6) siang. Janin ini dibuang di dalam kantong plastik.
Kapolsek Kawasan Bandara Hang Nadim, Iptu Kumala Enggar Anjarani, mengatakan, penemuan janin bayi ini berawal dari kecurigaan petugas kebersihan. Saat itu, petugas mencium aroma menyengat dari arah TPS.
“Cleaning service yang menemukan. Kemudian dilaporkan ke kami, itu masih dalam bentuk janin,” ujar Kumala.
Kumala menjelaskan, janin tersebut kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara. Kemudian, pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa 3 orang saksi.
“Ada 3 orang saksi dimintai keterangan. Petugas cleaning service dan petugas keamanan,” katanya.
Kumala menambahkan, untuk mengetahui siapa orangtua maupun pembuang janin tersebut, pihaknya turut memeriksa CCTv di sekitar bandara.
“Masih dilakukan penyelidikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap,” tutupnya.
Diketahui, dalam dua pekan ini terjadi dua kasus pembuangan bayi dan janin. Sebelumnya, warga Bengkong PLTD, Tanjungbuntung, dihebohkan dengan penemuan jasad bayi perempuan pada Jumat (3/6) pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Jasad bayi ini ditemukan di pangkalan ojek atau tepatnya di belakang Masjid Daarut Taqwa, Bengkong.
Jasad bayi ini pertama kali ditemukan oleh tukang ojek setempat. Bayi ini dibalut dengan kain kafan, serta di samping jasadnya ditemukan surat wasiat.
Di dalam surat, tertulis bahwa bayi itu bernama Alya dan menderita penyakit gagal jantung. Namun, orangtua bayi tersebut mengaku tidak memiliki biaya untuk pemakaman. Sebab, pemakaman membutuhkan biaya Rp 500 ribu, sedangkan orangtua bayi tidak memiliki pekerjaan.
Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal, mengaku sulit mengungkap kasus ini karena minim petunjuk. Ia mengaku, dari pemeriksaan saksi tak ada yang melihat pelaku, dan ia menduga pelaku berasal dari luar Bengkong. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



