
batampos – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, angkat bicara terkait meninggalnya Sapto Agus Rinugroho, Bendahara Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, yang jasadnya ditemukan pada Sabtu (14/2) di perairan Air Dapur Luar, Kecamatan Galang, Kota Batam.
Sebagai pimpinan lembaga, Amsakar menyatakan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia memastikan BP Batam telah menurunkan tim internal untuk menelusuri dan mendalami kejadian yang menimpa salah satu pegawainya itu.
“Tim kami sedang mendalami mengapa sampai kejadian itu muncul. Di internal kita akan bahas bagaimana perkembangan terbarunya,” ujar Amsakar, Kamis (13/2) siang.
Baca Juga: Polisi Terus Dalami Kematian Bendahara RSBP Batam, Polisi Menduga karena Bunuh Diri
Ia menegaskan, BP Batam akan melakukan penelusuran internal untuk mengetahui latar belakang kejadian tersebut. Namun, proses penyelidikan tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi dari aparat penegak hukum.
Terkait posisi korban sebagai Bendahara RSBP Batam, Amsakar memastikan roda pelayanan rumah sakit tetap berjalan. Menurutnya, jabatan tersebut akan segera diisi agar operasional dan pelayanan tetap lancar.
“Posisi itu pasti ada yang ganti. Tak mungkin kegiatan bisa berlangsung kalau bendahara tidak ada,” katanya.
Soal adanya dugaan surat yang ditinggalkan korban di kantor, Amsakar menyebut pihaknya masih mendalami informasi tersebut. “Kami di BP sedang mendalami kasus yang terjadi itu,” ujarnya. (*)



