Rabu, 21 Januari 2026

Jawab Isu Peredaran Beras Oplosan, Beberapa Jenis Beras di Batam Diuji di Laboratorium

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Kepri mengambil sejumlah sampel beras dari pasar modern dan swalayan di Batam untuk diuji di laboratorium, Senin (28/7).

batampos – Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Kepri mengambil sejumlah sampel beras dari pasar modern dan swalayan di Batam, Senin (28/7). Langkah ini dilakukan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait isu peredaran beras oplosan di Kepulauan Riau.

“Kami lakukan pengambilan sampel sebagai bentuk respons atas kekhawatiran masyarakat,” ujar Kasubdit I Indag Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ruslaeni, Senin (28/7).

Kenapa mengambil sampel beras di Batam, menurutnya, daerah Batam disebut-sebut sebagai pemasok beras oplosan untuk ke wilayah Kepri lainnya. Sehingga untuk memastikan hal itu, tim Satgas bergerak untuk mengambil sampel beras.

“Batam sempat disebut-sebut sebagai salah satu daerah pemasok beras oplosan,” ungkapnya.

Baca Juga: Update Kasus Kaveling Bodong di Batam, Kapolresta: Pemeriksaan Saksi dan Bukti

Dijelaskannya, tim Satgas melakukan pembelian beberapa merek beras yang beredar di pasaran untuk diuji laboratorium. Merek-merek yang diambil sampelnya antara lain:, Anak Ajaib (distribusi oleh PT Rintis Sejahtera Makmur), Pohon Cemara (PT Karya Usaha Pangan), Minang Raya (PT Usaha Kiat Permata), SPHP Bulog (Perum Bulog), Jawa Raya Premium (PT Usaha Kiat Permata).

“Contoh beras tersebut kemudian diserahkan ke PT Mutu Agung Lestari Tbk untuk dilakukan uji laboratorium,” jelas Ruslaeni.

Ia menjelaskan, proses pengujian bertujuan memastikan kualitas dan keamanan beras yang beredar di wilayah Kepri, serta mendeteksi kemungkinan adanya praktik pengoplosan atau pemalsuan mutu.

“Biasanya hasil uji lab keluar dalam waktu maksimal dua minggu. Tapi kami harap bisa lebih cepat,” katanya.

Baca Juga: Polisi Imbau Orangtua di Batam Lebih Ketat Awasi Anak di Luar Jam Sekolah

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kepri juga telah menguji beberapa merek beras lain seperti Harumas, Dunia Kijang Super, Wan Lixiang, Royal Banana, dan Uni Minang. Langkah ini menjadi bagian dari pemantauan berkelanjutan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan sesuai standar mutu.

Adapun tindak lanjut dari pengambilan sampel ini meliputi koordinasi dengan laboratorium penguji serta monitoring lapangan terhadap para distributor dan jalur distribusi beras di Batam. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update