Senin, 12 Januari 2026

Jelang Job Fair Batam 2025, Wali Kota Batam Dorong Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat Forum Group Discussion (FGD) bersama jajaran HRD dari berbagai perusahaan, Jumat (1/8). F.M. Sya’ban

batampos – Menjelang pelaksanaan Job Fair Batam 2025, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama jajaran HRD dari berbagai perusahaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Jumat (1/8).

FGD ini menjadi bagian dari langkah persiapan menuju gelaran bursa kerja yang dijadwalkan berlangsung pada 5 – 7 Agustus 2025.

Sebanyak 38 perusahaan telah memastikan keikutsertaan mereka dalam job fair tersebut. Di antaranya adalah PT Epson, PT Smoe Indonesia, PT Pegahunian Tecnology Indonesia, PT Philips, dan PT Tumas Karya Indoswasta. Total lowongan yang dibuka mencapai 1.141 posisi, sementara jumlah pencari kerja yang mendaftar telah menyentuh angka 5.243 orang.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam pertemuan itu, termasuk Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Firmansyah, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Salim, serta Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Nurul Iswahyuni. Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan penghargaan kepada seluruh perusahaan yang aktif mendukung program rekrutmen terbuka tersebut.

Baca Juga: Jaga Investasi di Batam, Kapolresta: Tidak Boleh Ada Premanisme

“Terima kasih kepada teman-teman HRD atas dukungan yang konsisten. Ini bukti bahwa kita bersama-sama berusaha menekan angka pengangguran di Batam,” ucapnya.

Amsakar juga menekankan pentingnya kontribusi sektor industri dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat lokal, terutama untuk posisi non-keahlian. Ia mengimbau agar perusahaan dapat merekrut minimal 10–12 persen tenaga kerja dari warga setempat.

“Kebijakan ini harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Memberikan peluang bagi tenaga kerja lokal adalah wujud nyata tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.

Ia turut mengungkapkan bahwa lonjakan investasi di Batam tidak selalu diiringi dengan peningkatan jumlah serapan tenaga kerja. Oleh sebab itu, Amsakar meminta agar perusahaan penyalur tenaga kerja (PJTKI) ikut memberi ruang lebih besar bagi anak-anak daerah.

“Fakta di lapangan menunjukkan investasi belum tentu linier dengan pembukaan lapangan kerja. Maka kita perlu sinergi untuk memastikan Batam tumbuh secara merata, tidak hanya di sisi ekonomi tapi juga sosial,” katanya.

Baca Juga: Pendaftar Job Fair Batam 2025 Bertambah, Beberapa Lowongan Belum Terisi

Ia berharap penyelenggaraan job fair tahun ini lebih tertib dan terorganisir dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jangan ada lagi ada insiden pelamar kerja berdesakan seperti tahun lalu. Pengaturan teknis kegiatan harus diperbaiki,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Amsakar kembali mengajak seluruh pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Batam.

“Kita harus membangun Batam yang tak hanya ramah bagi investor, tapi juga ramah dan berpihak kepada tenaga kerja lokal,” tutupnya. (*)

 

Reporter: M. Sya’ban

Update