
batampos – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam bersiap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) 2026 sebagai langkah memperkuat konsolidasi internal di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
Agenda tersebut mengacu pada Surat Edaran DPP PKB Nomor 8821/DPP/02/IV/2026 tentang pelaksanaan Muscab PKB kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua Panitia Muscab PKB Batam, Yudiyanto, mengatakan Muscab kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk “memanaskan mesin partai” menuju arah perjuangan yang lebih progresif dan adaptif.
“Pada Muscab kali ini ada perubahan signifikan. Mekanisme pemilihan Ketua DPC mengikuti aturan baru hasil Muktamar Bali 2024,” ujar Yudiyanto.
Ia menjelaskan, perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) menegaskan bahwa Muscab kini menjadi forum penetapan calon ketua yang telah melalui proses pemetaan dan penjaringan oleh DPW PKB.
Menurutnya, sistem tersebut dirancang untuk melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga memiliki kapasitas dan rekam jejak yang teruji.
Meski demikian, kata dia, nilai-nilai demokrasi tetap dijaga. Struktur di tingkat bawah, seperti DPAC kecamatan, serta tokoh agama dan kyai tetap diberi ruang untuk mengusulkan nama tambahan.
“Ini bentuk keseimbangan antara sistem yang terarah dan aspirasi akar rumput,” tegasnya.
Ia menambahkan, Muscab tidak hanya berorientasi pada pemilihan kepemimpinan, tetapi juga penentuan arah perjuangan partai ke depan agar tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Rencananya, Muscab PKB Batam akan digelar di Hotel Aston Nagoya Thamrin pada Minggu, 12 April 2026.
Yudiyanto berharap, kegiatan ini menjadi titik awal kebangkitan energi baru PKB di Batam serta memperkuat peran partai dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan konsolidasi yang matang, kami optimistis PKB Batam mampu menghadirkan kepemimpinan visioner dan membawa harapan baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)



