
batampos – Menjelang periode puncak arus penumpang pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Batam melaporkan bahwa penjualan tiket kapal laut saat ini baru mencapai rata-rata 60 persen. Meski demikian, PELNI belum membuka seluruh kuota kursi sekaligus, karena menerapkan sistem penjualan tiket secara bertahap.
Kepala PT PELNI Cabang Batam, Edwin Kurniansyah, menjelaskan bahwa penjualan tiket bertahap merupakan strategi pengaturan kapasitas dan pelayanan, agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat dipantau lebih efektif serta mencegah penumpukan pembelian pada satu waktu.
“Untuk saat ini penjualan tiket rata-rata masih di angka 60 persen. Dan memang kita buka secara bertahap, mengikuti perkembangan kebutuhan penumpang,” ujarnya, Kamis (27/11).
Menurut Edwin, pola pembukaan tiket bertahap juga bertujuan untuk menyesuaikan kesiapan lapangan menjelang puncak keberangkatan, yang diperkirakan akan terjadi pada H-5 hingga H-2 Natal dan H-3 hingga H-1 Tahun Baru.
Ia menegaskan bahwa calon penumpang tidak perlu khawatir kehabisan tiket mendadak, namun tetap dianjurkan untuk merencanakan perjalanan lebih awal.
“Harapan kami, masyarakat dapat membeli tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Selain untuk kenyamanan, ini juga menghindari antrean panjang dan kerumunan pembelian mendadak menjelang hari keberangkatan,” tambahnya.
Selain mengingatkan untuk memesan lebih awal, Edwin juga menekankan pentingnya membeli tiket melalui channel penjualan resmi PELNI, baik melalui aplikasi, website maupun agen mitra resmi. Hal ini untuk menghindari kerugian akibat praktik percaloan dan penipuan.
“Kami mengimbau masyarakat agar membeli tiket di channel resmi yang bekerja sama dengan PT PELNI. Sudah banyak channel penjualan yang tersedia, dan sistem ini kami desain agar memudahkan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pelayanan penumpang periode Nataru, ketentuan free bagasi 40 kilogram per penumpang masih berlaku. Edwin menilai, batas bagasi tersebut cukup ideal bagi mayoritas penumpang.
“Bagasi tetap seperti biasa, free bagasi 40 kilogram. Rata-rata penumpang juga membawa barang secukupnya,” jelasnya.
Edwin menambahkan, transportasi laut diprediksi masih menjadi pilihan utama masyarakat pada periode libur panjang, baik untuk tujuan mudik maupun perjalanan wisata. Dengan dibukanya penjualan bertahap, PELNI berharap peningkatan volume perjalanan dapat lebih terkendali.
“Karena itu, kami mohon kerja sama dan pengertian seluruh pengguna jasa untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan kelancaran pelayanan,” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



