
batampos – Penumpang yang lalu lalang di Bandara Hang Nadim naik. Namun, tidak signifikan, hanya ratusan orang saja perharinya. Hal ini dibenarkan oleh General Manager BUBU Hang Nadim, Bambang Soepriono membenarkan hal ini.
“Ada naik, tapi tidak banyak. Namun, sepekan ini cenderung ada naik dan turun,” kata Bambang, Rabu (22/12).
Bambang mengatakan jika dibandingkan sebelum pandemi, jumlah penumpang jelang Nataru bisa mencapai 12 ribu hingga 14 ribu seharinya. Namun, kini jumlah penumpang jelang nataru 2021 ini, dikisaran 9 ribuan orang.
“Itu penumpang datang dan pergi. Kadang turun menjadi 8 ribuan,” ucapnya.
Dari data milik BUBU Hang Nadim Batam, 15 Desember penumpang datang sebanyak 4.589 orang dan berangkat 4.772 orang. Di tanggal itu ada sebanyak 63 penerbangan.
Tanggal 16 Desember, penumpang yang datang sebanyak 4.283 orang dan berangkat 5.303 orang. Jumlah pesawat yang datang dan berangkat, 64 flight.
Tanggal 17 Desember 2021 penumpang yang datang sebanyak 4.154 dan berangkat 5.183. Di hari ini ada 65 penerbangan. 18 Desember penumpang datang 4.430 orang dan berangkat 5.371 orang. Lalu, ada 65 penerbangan, baik berangkat maupun datang.
Tanggal 19 Desember, penumpang yang datang 4.599 dan berangkat 5.160 orang. Ada sebanyak 66 penerbangan yang melayani ribuan penumpang tujuan domestik tersebut.
Tercatat di 20 Desember, penumpang datang 4.452 orang dan berangkat 5.404 orang dengan jumlah penerbangan sebanyak 67 flight.
“Setelah naik, di 21 Desember jumlah penumpang turun lagi. Jadi yang datang 3.950 dan berangkat 4.571 orang. Dengan jumlah penerbangan hanya 58 flight saja,” ungkap Bambang.
Bambang mengatakan syarat penerbangan masih berlaku sesuai ketentuan yang ada. Bagi, penumpang yang akan memasuki Bandara Internasional Hang Nadim, agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan.
“Nantinya akan ada petugas bandara yang mengingatkan masyarakat akan protokol kesehatan,” ucapnya.
Ramainya masyarakat keluar Batam, disebabkan ingin berlibur dan merayakan natal di kampung halaman. Henry, salah seorang warga Medan, mengaku memang berniat merayakan natal di kampung halamannya.
“Tahun lalu tidak pulang, tahun ini saya pulang,” ucapnya.
Henry mengaku mengambil cuti agak panjang. Sebab, sesampai di Medan tidak langsung menuju ke rumah orangtuanya. Ia mengatakan akan menginap dulu selama 2 hari di hotel.
“Jika tidak ada gejala apapun (covid-19), barulah ke rumah,” ujarnya.
Wahyudi, warga Solok, mengaku pulang setelah mendapatkan cuti keluar daerah dari kantornya. Apalagi ada libur sekolah, sehingga ia dapat membawa anak-anaknya berpergian.
“Tapi, begitu balik saya diminta karantina beberapa hari (dari tempat ia bekerja) dan menunjukan hasil negatif pakai (pemeriksaan) PCR,” ucapnya.
Wahyudi mengaku tidak mempermasalahkan hal itu. Paling penting baginya, bisa pulang dan bertemu orangtua.
“Anak-anak belum pernah ke kampung. Sebenarnya niat pulang itu di 2020, tapi pandemi. Akhirnya baru sekarang terlaksana,” ungkapnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



