Senin, 5 Januari 2026

Jelang Perombakan Pejabat Pemko Batam, Amsakar Pegang Bundel Nama

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. F.Cecep Mulyana/Batampos

batampos – Pemerintahan baru Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra bersiap mengeksekusi rotasi perdana di tubuh birokrasi Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Isyarat reshuffle mulai ditebar bak jala, dan proses penyaringan melalui job fit telah memasuki babak akhir.

Amsakar mengonfirmasi hasil job fit pejabat Eselon II telah diterima dan sedang diproses ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Job fit itu kalau saya tidak keliru tuntasnya di hari Jumat (2 Mei), disampaikan kepada saya hasilnya. Hasil itu akan kami tindaklanjuti ke BKN,” kata dia, Senin (5/5).

Proses ini akan menjadi dasar pergeseran, promosi, bahkan demosi pejabat. Meski begitu, khusus untuk promosi, uji kelayakan belum seluruhnya rampung.

“Kita dari Eselon II itu saja yang akan kita sampaikan, ada beberapa di antaranya: yang ini tetap, yang ini bergeser, yang ini turun,” ujar dia.

Baca Juga: Amsakar Akui Penanganan Banjir di Batam Jadi Tantangan Berat

Perombakan akan difokuskan terlebih dahulu pada struktur Eselon II. Di antaranya Sekretaris Daerah, tiga Staf Ahli, Kepala Dinas, Kepala Badan, Direktur RSUD, Inspektur, hingga Sekretaris DPRD. Formasi-formasi itu, diakuinya, telah mulai terisi meski ada yang masih menunggu finalisasi fit and proper test.

Struktur jabatan Eselon II sendiri terbagi dalam dua tingkat: IIA dan IIB. Sekda merupakan satu-satunya jabatan Eselon IIA di Pemko Batam. Katanya, promosi dalam Eselon II tidak serta-merta dianggap kenaikan signifikan secara struktur.

“Kalau dari Eselon IIA ke IIB itu tidak turun. Tapi kalau dari IIB ke IIIA, itu namanya demosi,” kata Amsakar.

Meski begitu, sinyal adanya pejabat yang akan nonjob, alias kehilangan jabatan struktural, menguat. Ketika ditanya soal kemungkinan itu, Amsakar hanya menjawab diplomatis: “Besoklah, ya.”

Ia menyebutkan pula akan ada dinas yang kosong pasca-rotasi ini. Namun, nama dinas atau jabatan mana yang akan lowong, enggan ia bocorkan. “Tunggulah tanggal mainnya,” kata dia.

Proses mutasi tidak hanya soal pertimbangan teknis atau administratif, melainkan juga strategi. Penurunan jabatan, katanya, memerlukan dasar kuat dan dokumen yang lebih lengkap dibanding sekadar pergeseran atau pengukuhan.

“Kita kalau yang untuk tetap pada posisi yang sama pasti tidak ada problem. Bergeser pasti tidak ada problem. Tetapi kalau dia turun, akan banyak nanti pertanyaan atau bahan-bahan yang kita harus siapkan,” ujar mantan Wakil Wali Kota dua periode itu.

Isu perombakan kabinet Amsakar-Li Claudia ini juga dibayangi oleh potensi ketegangan politik. Hal itu setidaknya tersirat dalam pernyataan Amsakar yang sempat melontarkan candaan bernada sarkastik ke Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rudi Panjaitan, saat pembukaan job fit pada 21 April lalu.

“Pak Rudi Panjaitan sekarang di Kominfo, bisa aja berikutnya beliau jadi Kabid Pertanahan, misalnya kalau job fit ini bilang begitu. Ya, Rud, jangan pulak engkau risau, Rud,” kata Amsakar, yang disambut senyum kaku Rudi.

Amsakar bahkan menyebut, bisa saja jabatan baru menyangkut urusan pemakaman. “Bisa aja nanti kita suruh urus pemakaman, karena banyak orang meninggal sekarang, misal. Maksudnya ini endingnya akan sama, akan sampai ke sana,” ujarnya yang kembali mengarah ke Rudi.

Baca Juga: Warga Rempang Temui Wali Kota Batam, Minta Penjelasan Soal Penertiban Lahan Tanjung Banon

Ucapan ini, meski terdengar ringan, dianggap sebagai sinyal politik. Rudi Panjaitan selama ini dikenal sebagai bagian dari lingkaran dekat mantan Wali Kota Muhammad Rudi. Ini bukan lagi rahasia di tubuh Pemko Batam.

Kini, Amsakar punya peluang untuk mengukuhkan loyalisnya di pos strategis. Lewat rotasi pejabat, ia bukan hanya mengatur ulang kinerja birokrasi, tapi juga konstelasi kekuasaan.

Sikap hati-hati Amsakar dalam menyampaikan proses ini menunjukkan makna: setiap langkah diambil dengan kalkulasi. Terlebih, bila menyangkut pergeseran tokoh-tokoh penting peninggalan rezim sebelumnya.

“Kalau nama-namanya itu masih ada di bundel saya,” ujar Amsakar.

Ucapan itu menunjukkan bahwa siapa saja yang akan bergeser atau hilang dari posisi, masih dalam genggaman dan pertimbangan penuh pimpinan. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update