
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar pasar sembilan bahan pokok (sembako) murah di sejumlah kecamatan se-Kota Batam hingga 13 Februari 2026. Program ini menyasar warga menjelang Ramadan, dengan harga komoditas diklaim lebih rendah dibandingkan pasar umum.
Pasar yang digaungkan murah ini perdana digelar di Kecamatan Sagulung dan Batuaji, pada Senin (9/2) pagi. Di Sagulung sendiri, kegiatan dipusatkan di Lapangan Bola Kampung Tua Tembesi dan diserbu warga sejak pagi hari.
Selisih harga di pasar murah ini berkisar Rp2.000 hingga Rp5.000 per komoditas. Sejumlah bahan pokok dijual di bawah harga pasar, bahkan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Warga Tembesi, Ani, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia membeli bawang dan cabai dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar biasa.
“Selisihnya lumayan, sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000. Sangat membantu, apalagi mau Ramadan,” kata Ani.
Baca Juga: Sorotan Publik Menguat, Imigrasi Batam Awasi Ketat Dugaan TKA Ilegal di KEK Nongsa
Pasar murah ini digelar oleh Bagian Perekonomian Pemko Batam bekerja sama dengan Asosiasi Distributor Kota Batam. Setiap harinya, kegiatan dilakukan di dua kecamatan dengan dua titik lokasi di masing-masing kecamatan.
Ketua Asosiasi Distributor Kota Batam, Arianto, mengatakan pasar murah bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga distributor, sehingga lebih terjangkau.
“Kita jamin harga termurah di Kota Batam, karena ini langsung dari distributor,” kata Arianto.
Ia menjelaskan, selisih harga bervariasi tergantung komoditas. Untuk telur ayam, misalnya, harga di pasar murah dijual sekitar Rp51 ribu per papan, sementara di pasar umum berkisar Rp53 ribu hingga Rp54 ribu.
“Beras juga masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Karena kita jual di harga distributor, tentu lebih murah dibandingkan toko,” jelasnya.
Baca Juga: Guru SMKN 1 Batam Diduga Cabuli Siswa, Aksi Terjadi di Ruang Guru
Beberapa harga komoditas yang dijual di pasar murah antara lain cabai merah Rp42 ribu per kilogram dari harga pasar sekitar Rp47 ribu, bawang merah Rp12 ribu per 0,5 kilogram, bawang putih Rp11 ribu per 0,5 kilogram, beras 5 kilogram Rp75 ribu dari harga pasar sekitar Rp79 ribu, serta telur ayam Rp25.500 per rak.
Arianto menyebut sekitar 60 distributor dikerahkan dalam program ini. Setiap kecamatan diisi sekitar 30 distributor yang tergabung dalam Asosiasi Distributor Kota Batam.
“Setiap hari ada dua kecamatan, sampai tanggal 13 Februari. Di setiap kecamatan ada dua titik lokasi pasar murah,” katanya. (*)



