Minggu, 5 April 2026

Jemput Jenazah PMI di Malaysia, Kapal Tim Satgas Misi Kemanusian Sempat Terhenti di Tengah Laut

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Personel Polairud Mabes Polri mengangkat peti jenazah salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos -Tim Satuan Tugas (Satgas) Misi Kemanusiaan Internasional menjemput 8 jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, Selasa (4/1/2022).

Tim berangkat dari Pelabuhan Bintang 99, Batuampar pukul 13.00 WIB dengan menggunakan Kapal Laksamana 7012 milik Polairud Mabes Polri.

Saat diperjalanan tim disambut hujan deras disertai petir dan gelombang tinggi saat memasuki perairan Singapura.

Kapal buatan tahun 2018 asal Korea Selatan itu terpaksa berhenti beberapa menit di tengah laut karena gelombang tinggi.

Ditengah perjalanan menuju Pelabuhan Pasir Gudang, Johor Baru, Malaysia tim satgas dipandu oleh otoritas Malaysia. Sebelum memasuki perairan Johor Bahru, tim harus melintasi perairan Singapura karena menjadi satunya-satunya jalur untuk masuk ke negara tetangga tersebut.

“Saat memasuki jalur itu tim dari Malaysia berkoordinasikan ke pihak Singapura. Setelah itu kita dipandu otoritas Malaysia dari perairan Singapura,” kata Ketua Tim Satgas Misi Kemanusiaan Polda Kepri, Kombes Liberty.

Mantan Kapolres Simalungun, Sumatera Utara, itu mengatakan, perjalanan ke Johor Bahru dari perairan Singapura memakan waktu sekitar 45 menit.

“Karena Singapura dikelilingi oleh Negara Malaysia,” tuturnya lagi.

Tim Satgas Misi Kemanusiaan tiba pelabuhan Pasir Gudang, Johor Bahru pukul 4 sore waktu Malaysia. Tim Satgas disambut oleh KJRI dan tim satgas lainnya di pelabuhan tersebut.

Setelah berkordinasi dengan KJRI sekitar 15 menit. Jenazah datang diantar menggunakan truk warna kuning dan mobil Alpard warna hitam. Dalam truk yang dikawal oleh Kepolisian Diraja Malaysia itu berisi 7 peti jenazah yang telah diraping. Sementara dalam mobil alpard hitam 1 peti jenazah.

Jenazah ini di antar oleh tim DVI Polis Diraja Malaysia bersama imigrasi Malaysia ke pelabuhan.

Tim hanya menjemput sampai pelabuhaan saja. Sebelum dievakuasi jenazah tersebut. Tim membaca doa bersama untuk keselamatan tim dalam mengevakuasi dan mendoakan supaya arwahnya diterima disisi Tuhan yang maha esa.

Setelah itu tim satgas dari personel Polairud mengevakuasi jenazah ke dalam kapal. Satgas misi kemanusan internasianal ini lepas tali dari pelabuhan pasir gudang pukul 17.00 waktu Malaysia. Dan sampai ke Batam, Indonesia pukul 20.00 wib.

Kasus meninggalnya PMI di perairan Malaysia menjadi atensi Mabes Polri. Bahkan Mabes Polri menambah 10 tim untuk penyidikan kasus tersebut.

Sebelumnya sebanyak 21 orang meninggal dunia, 13 orang selamat, dan 30 orang hilang. Kasus ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Sehingga Mabes Polri, BP2MI dan Kementerian Luar Negeri turun langsung menangani pemulangan jenazah PMI dan penyelidikan kasus ini.

Pada tanggal 23 Desember 11 jenazah dipulangkan dan Selasa (4/1/2022) 8 jenazah kembali dipulangkan. Sementara 3 jenazah lagi belum bisa dipulangkan karena belum diidentifikasi dan tidak ada data pembanding.

Sementara 8 jenazah yang dipulangkan atas nama:

1. Ahmad Sutrisno Pratama, Lombok Timur, NTB
2. Baharudin, Lombok Tengah, NTB
3. Dedi Suryadi, Lombok Timur, NTB
4. Rusdi, Lombok Timur, NTB
5. Sadi, Lombok Tengah, NTB
6. Sri Mindari, Lumajang, Jawa Timur
7. Supardi, Lombok Timur, NTB
8. Unwanul Hubbi, Lombok Timur, NTB.

Setibanya di Batam, jenazah ini langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri. Setelah itu diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing.

Saat ini tim Jatanras Polda Kepri sudah menangkap 4 orang tersangka perekrut PMI ilegal dan 7 orang masih pengejaran.

“Total ada 11 orang yang kita lagi sidik,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Golhadt.

Kadiv Hubinter Polri, Irjen Johni Asadoma, menegaskan, pihaknya akan menumpas abis para pemain PMI ilegal.

“Pada intinya tidak ada lagi PMI ilegal. Kita akan tuntaskan sampai selesai perkara ini,” ujarnya.

Reporter: Dalil Harahap

UPDATE