Jumat, 13 Februari 2026

Jerman Jajaki Peluang Investasi Sektor Maritim di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos — BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis, menerima kunjungan kerja Delegasi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Rabu (11/2/2026).

Selain membahas peluang investasi, pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Batam–Jerman, khususnya di sektor teknologi maritim dan industri galangan kapal.

Fary Francis mengatakan bahwa kehadiran Delegasi Pemerintah Jerman ini menunjukkan posisi Batam yang semakin kuat dalam peta ekonomi internasional.


“Kami menyambut baik kunjungan Pemerintah Jerman sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensi Batam. Apalagi, Jerman merupakan investor kedua terbesar asal Eropa di Batam setelah Prancis. Tentunya ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan kerja sama tersebut,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2025, Jerman mencatatkan nilai investasi sebesar Rp120,59 miliar. Sektor dominan meliputi industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam dengan nilai mencapai Rp117,69 miliar.

Selain sektor tersebut, investasi Jerman juga menyasar industri tekstil senilai Rp1,6 miliar; industri perdagangan dan reparasi sebesar Rp738,08 juta; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp303,80 juta; serta jasa lainnya.

Capaian ini berpotensi terus bertambah seiring komitmen BP Batam dalam mendorong kemudahan perizinan serta penyediaan infrastruktur yang memadai bagi keberlangsungan iklim investasi.

“Batam siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri maritim dan sektor lainnya. Kami juga terus berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif dan transparan,” jelas Fary.

Sementara itu, Koordinator Pemerintah Federal Jerman untuk Ekonomi Maritim dan Pariwisata, Dr. Christoph Ploß, memimpin delegasi tersebut.

Christoph Ploß juga menyampaikan minat Pemerintah Jerman untuk mendalami peluang investasi, potensi industri maritim dan galangan kapal, serta peluang kolaborasi ekonomi Batam–Jerman. (*)

Update